Saturday, June 25, 2011

tazkirah REJAB


KELEBIHAN BULAN REJAB
Sabda Nabi s.a.w.: Hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab,nescaya Allah muliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari kiamat.
Sabda Nabi s.a.w.:
Bulan Rejab Bulan Allah, Bulan Sya'aban bulanku & bulan Ramadhan bulan umatku.
Kemuliaan Rejab dengan malam ISRAK MIKRAJnya, Sya'aban dengan malam NISFUnya Ramadhan dengan LAILATUL-QADARnya.
Malam awal Rejab mustajab do'anya.(Dalam Kitab Raudhoh Iman Nawawi)
* Puasa sehari pada bulan Rejab mendapat syurga tertinggi (Firdaus).
* Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
* Puasa tiga hari pada bulan Rejab dijadikan parit yang panjang, yang menghalangkan dia keneraka (panjangnya setahun perjalanan).
* Puasa empat hari pada bulan Rejab diafiatkan daripada bala dan daripada penyakit yang besar-besar dan daripada fitnah Dajal di hari kiamat.
* Puasa lima hari pada bulan Rejab, aman daripada azab kubur.
* Puasa enam hari pada bulan Rejab, keluar kubur bercahaya muka.
* Puasa tujuh hari pada bulan Rejab, ditutup daripada tujuh pintu neraka.
* Puasa lapan hari pada bulan Rejab, dibuka baginya lapan pintu syurga.
* Puasa sembilan hari pada bulan Rejab keluar dari kuburnya lalu, MENGUCAP DUA KALIMAH SHAHADAH tidak ditolak dia masuk syurga.
* Puasa 10 hari pada bulan Rejab Allah jadikan baginya hamparan perhentian di Titi Sirotolmustaqim pada tiap-tiap satu batu di hari kiamat.
* Puasa 16 belas hari pada bulan Rejab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga dan orang yang pertama menziarahi Allah di dalam syurga.
* Puasa 19 belas hari pada bulan Rejab, dibina baginya sebuah mahligai di hadapan mahligai Nabi Allah Ibrahim a.s dan Nabi Allah Adam a.s.
* Puasa 20 hari pada bulan Rejab, diampunkan segala dosanya yang telah lalu. Maka mulailah beramal barang yang tinggi daripada umurnya (pembaharuan umur).
Berkata Saidina Ali:
* Puasa Rejab 13 hari seperti puasa tiga ribu tahun.
* Puasa Rejab 14 hari seperti puasa sepuluh ribu tahun.
* Puasa Rejab 15 hari seperti puasa seratus ribu tahun.
Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan seperti kelebihan Qur'an atas segala Qalam.
Puasa sehari pada bulan Rejab seperti puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari Syurga.
Puasa 10 hari pada bulan Rejab dijadikan dua sayap, terbang seperti kilat di atas Titi Sirotalmustaqim di hari kiamat.
Puasa sehari pada bulan Rejab seperti mengerjakan ibadat seumurnya.
Puasa pada awal Rejab, pertengahannya dan akhirnya seperti puasa sebulan pahalanya.
Bulan Rejab Syahrullah (Bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Puasa Bulan Rejab wajib baginya:
* Diampunkan dosanya yang lalu.
* Dipeliharakan Allah umurnya yang tinggal.
* Terlepas dari dahaga di hari kiamat.
Orang yang lemah dari berpuasa pada bulan Rejab hendaklah bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya sebiji roti. Sasiapa bersedekah pada
bulan Rejab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya tiap sehelai bulu ruma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjat, dihapus seribu kejahatan.
Tiap sehari puasanya pada bulan Rejab dan sedekahnya pada bulan Rejab seperti ibadat seribu Haji dan Umrah. Dibina mahligai seribu bilik dan seribu bidadari, lebih cantik daripada atahari seribu kali.
Bulan Rejab bulan Allah. Bersedekah pada bulan Rejab dijauhkan Allah daripada api neraka kerana kemuliaan bulan Rejab, Bulan Allah. Allah jadikan di belakang bukit Jabal Qar bumi, yang putih yang penuh dengan
Malaikat dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam Rejab meminta ampun oleh mereka kepada Umat Muhammad.
Allah menjawap: Telah aku ampunkan mereka! Barangsiapa meminta ampun (bersitighfar) kepada Allah pagi dan petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan
Rejab di haramkan tubuhnya daripada api neraka.
Sesiapa berpuasa sebulan pada bulan Rejab, Allah berseru kepadanya:
"Telah wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu kepadaKu. Demi ketinggian Ku dankebesaranKu, tidak Aku tolakkan hajatmu. Engkau adalah jiranKu dibawah `arasyKu, engkau kekasihKu daripada segala makhlukKu,
engkau terlebih mulia atasKu. Sukakanlah kamu, tiada dinding antaraKu dan antarakau".(dari kitabRaudatul Ifkar)
Puasa pada 27 bulan Rejab seperti berpuasa enam puluh bulan pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti puasa seribu tahun, kerana kebesaran hari ISRAK-MIKRAJ.
Siapa melapangkan kekeruhan, kesusahan, kesempitan orang mukmin pada bulan Rejab dikurniakan Allah kepadanya Mahligai yang besar di dalam syurga Firdaus.
Siapa berpuasa tiga hari pada bulan Rejab dan beribadat pada malamnya(berjaga), seperti dia berpuasa tiga ribu tahun.
Diampunkan baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari, ditunaikan 70 hajat ketika keluar nyawanya daripada jasadnya, 70 hajatnya di dalam kuburnya, 70 hajat ketika terbang suhuf (ketika Qur'an dinaik ketika berlalu di Titi Sirotalmustaqim.
Rejab ertinya ta'zim (kebesaran, keagungan, kemuliaan). (Rahmat, pemurah, kebajikan). Kerana kebesaran, keagungan dan kemuliaan bulan Rejab itu
maka Allah limpahkan rahmatNya, kemurahanNya dan terhadap hamba-hambaNya yang beriman dan beramal solih pada bulan Rejab, dengan berpuasa pada siangnya dan beribadat pada malamnya.
Demikianlah peri keistimewaannya keagungan bulan Rejab itu yang dinamakan dengan BULAN ALLAH.
REJAB bulan menabur benih.
SYA'ABAN bulan menyiram tanaman.
RAMADHAN bulan menuai.
REJAB menyucikan badannya.
SYA'ABAN menyucikan hatinya.
RAMADHAN menyucikan rohnya.

semoga pembacaan ni menjanakan "bersih " dalam ibadah kita
afif

Monday, June 20, 2011

Amanah & Cinta

Al Ghumaisa binti Milhan nama wanita itu. Kita mungkin lebih sering memanggilnya dengan nama Ummu Sulaim.. Ia yang dinikahi Abu Thalhah Al-Anshari dengan mahar keislaman calon suaminya. Kisah agung pernikahan suci mereka berlanjut hingga saat mereka sudah dikaruniai putra. Suatu hari, putra Abu Thalhah dan Ummu Sulaim sakit keras. Semakin hari semakin parah saja tampaknya, sedangkan Abu Thalhah harus tetap menjalankan usaha perniagaannya. Ia berangkat dengan hati yang berat. Tetapi istri tercinta menguatkannya agar menyerahkan semuanya kepada Allah. Dan ternyata, Allah berkehendak mengambil kembali anak kecil itu dari kehidupan Abu Thalhah dan Ummu Sulaim ketika sang ayah tak ada di rumah. Ummu Sulaim berkata pada keluarganya, "Janganlah kalian memberitahukan kepada Abu Thalhah akan kematian putra kesayangannya. Biar aku yang akan menyampaikannya." Jasad sang putra pun ditempatkan di ruang tertutup. Kemudian Ummu Sulaim mengenakan busananya yang paling bagus. Dia merias dirinya secantik mungkin dan memasak makanan istimewa kesukaan Abu Thalhah. Ketika pulang, Abu Thalhah segera menanyakan bagaimana keadaan sang putra yang ditinggalkan dalam kondisi sakit. " Ummu Sulaim menjawab,"Dia sekarang jauh lebih tenang daripada sebelumnya" Jawaban ini sangat melegakan bagi Abu Thalhah, padahal yang dimaksud Ummu Sulaim 'lebih tenang dari sebelumnya' berbeda dari pemahaman Abu Thalhah. Karena merasa tenang, Abu Thalhah menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh istrinya. Setelah itu sang istri memperlakukannya dengan sangat mesra layaknya pengantin baru. Lalu 'shadaqah' pun selesai ditunaikan Abu Thalhah, hingga ia merasa tenang dan tenteram. Luar biasa wanita ini. Ia pun sebenarnya dirundung duka begitu dalam, tetapi ia ingin agar beban kesedihan dan nestapa yang akan segera didengar suaminya agak terkurangi dengan sambutannya malam ini. "Wahai Abu Thalhah..", kata Ummu Sulaim kemudian. "Bagaimana pendapatmu, sekiranya ada seseorang yang menitipkan amanah kepada orang lain untuk suatu masa tertentu. Kemudian ketika si pemilik itu hendak mengambil amanahnya kembali, patutkah orang yang dititipi itu keberatan?" "Sebenarnya tidak boleh begitu", kata Abu Thalhah. "Ia wajib untuk segera mengembalikan amanah itu kepada pemiliknya dengan penuh keikhlasan. Bukankah barang itu memang bukan miliknya?" Ummu Sulaim kemudian mengatakan, "Kalau begitu, ketahuilah bahwa putra kita adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita. Ikhlaskanlah putramu, karena kini Sang Pemilik telah mengambil barang titipannya." Abu Thalhah marah dan dongkol sekali. Bagaimana bisa tadi dia makan dengan sangat lahap kemudian bermesraan bagaikan pengantin baru padahal putra terkasihnya terbujur kaku di kamar sebelah. "Mengapa baru sekarang kau katakan? Mengapa sejak tadi kau diam saja? Sampai-sampai keadaan kita sudah seperti ini." Paginya dengan menahan kesedihan, keharuan, dan kejengkelan pada istrinya, Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihiwassalam. Dia laporkan apa yang telah dilakukan Ummu Sulaim kepadanya. Sungguh agung, Rasul mulia itu justru bersabda, "Pengantinkah kalian semalam? Mudah-mudahan Allah memberikan barakahNya untuk kalian berdua pada malam yang telah kalian lalui bersama." Benarlah yang beliau sabdakan. Tak lama kemudian Ummu Sulaim mengandung dan ketika lahir, sang bayi ini diberi nama 'Abdullah. Perawi hadits ini berkomentar, "Aku telah mendapatkan informasi bahwa 'Abdullah ibn Abi Thalhah ini memiliki sembilan orang putra yang kesemuanya adalah Qari' penghafal Al-Quran. Inilah barakah malam itu. Inilah yang dilahirkan oleh seorang wanita mukminah lagi shalihah." (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
by: I Love Allah SWT and Prophet Muhammad SAW

Sunday, June 19, 2011

Miracle

Hidup ini selalu berputar, tak selamanya kita berada dibawah dengan semua kepedihan dan tak selamanya kita diatas dengan segala kesenangan. ALLAH Maha Adil..Hanya Dia yang Tahu mana yang terbaik untuk hambaNYa..

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak. ( Al-Baqarah 216 )”

Sahabatku, ada perih disudut hati, ketika engkau cerita tentang segala yg kau alami..Setelah sekian lama kau bertahan Setelah sekian lama kau memendam luka Setelah sekian lama kau rendam nestapa rupanya Allah izinkan juga engkau tempuhi jalan itu Aku percaya, itu suatu “keputusan terakhir” yang terbaik untukmu…



Sahabatku, Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan….Tetapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan kerana orang itu berhenti mencintai kita melainkan kerana kita menyedari bahawa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya..

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu kacak, cantik, teristimewa dibandingkan dengan yang lain.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemui yang seperti dia lagi.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah bersamanya, sentiasa terbayang di benak kita.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata “Saya sangat mencintainya”.

INGATLAH..Melepaskan bukanlah berakhirnya melainkan awal dari suatu kehidupan baru…

* Kita harus melepaskan seseorang kerana kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.

* Kita harus melepaskan seseorang kerana kita menyedari yang kacak,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.

* Kita harus melepaskan seseorang kerana kita tahu jika Allah mengambil sesuatu, Dia telah siap memberi yang lebih baik.

* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.

* Kita harus melepaskan seseorang kerana kepala kita berkata “tidak ada lagi yang dapat dipertahankan”.

* Kegagalan tidak bererti kita tidak mencapai apa-apa, namun kita telah memahami sesuatu! Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan…

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan..Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS.94:1-8)

~Kadangkala Allah mempertemukan kita dengan orang yang tidak tepat sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat supaya kita bersyukur akan kurniaNYA dan belajar daripadanya…~

Friday, June 17, 2011

pokok Khuldi

Saya merasakan artikel ini sgt menarik untuk dibaca kerana sebelum ini tidak pernah menjumpai tafsiran yg sebegini. Selama ini pohon Khuldi hanya ditafsir secara literal sebagai sebuah pohon larangan, namun Prof. Dr. Mahmood Zuhdi menafsirkan pohon khuldi itu sebagai seks...sila baca penerangan beliau dalam artikel dibawah. Walaupun ianya adalah tafsiran ijtihad tanpa dalil yang nyata disebutkan dalam al-quran dan hadith, namun penjelasan beliau berdasarkan al-quran dan hadith begitu menarik dan meyakinkan...hehehe...

Pokok Khuldi ganti hubungan seks?

Oleh DR. MAHMOOD ZUHDI ABD. MAJID

SEBAGAIMANA ternyata, tidak ada keterangan secara langsung sama ada dari al-Quran atau al-Sunah tentang 'pokok khuldi' itu. Kerana itu ia terdedah kepada tafsiran ijtihad. Dalam al-Quran, selain dalam ayat-ayat berkenaan, perkataan syajarah atau seumpamanya disebut sebanyak 20 kali. Dan dalam jumlah itu, bukan semua perkataan berkenaan digunakan dalam pengertian yang hakiki.

Antara contoh penggunaan tidak hakiki bagi perkataan berkenaan ialah Syajarah al-zakum meskipun ia diterjemahkan dengan berbagai-bagai jenis pokok tetapi ternyata konsepnya lebih bersifat majazi.

Ini bererti menggunakan perkataan syajarah bagi mengertikan seks secara majazi bukan suatu yang jelas tidak tepat. Malah kalau dipadankan dengan perkataan harth atau ladang sebagai lambang isteri, penggunaan syajarah atau pokok sebagai ladang seks munasabah sekali.

Seks Adam dan Hawa

Satu asas lain ialah adanya sebutan tentang 'kemaluan' Adam dan Hawa dalam ayat-ayat berkenaan. Sehubungan dengan ini plot cerita berkenaan lebih kurang begini. Syaitan dengan tujuan menelanjangi Adam dan Hawa sehingga menampakkan kemaluan kedua-duanya menggesa mereka berdua 'mengecapi' pokok terlarang itu.

Plot ini agak jelas menunjukkan, maksud pokok itu ialah seks dan perbuatan memakan atau merasai itu sebenarnya mengadakan hubungan jenis. Kalau tidak kurang jelas relevannya soal 'kemaluan' itu disebut di situ.

Dalam ayat 20 surah al-A'raf Allah bermaksud; Setelah itu maka syaitan membisikkan (hasutan) kepada mereka berdua supaya (dapatlah) ia menampakkan kepada mereka akan aurat mereka yang (sekian lama) tertutup dari (pandangan) mereka, sambil ia berkata:

"Tidaklah Tuhan kamu melarang kamu daripada (menghampiri) pokok ini, melainkan (kerana ia tidak suka) kamu berdua menjadi malaikat atau menjadi dari orang yang kekal (selama-lamanya di dalam syurga)".

Malah dalam ayat 22 surah yang sama, Allah menceritakan apabila mereka berdua mengecap (zaqo) pokok terlarang itu maka kemaluan-kemaluan mereka pun terdedah dan dapat dilihat oleh mereka sendiri.

Firman Allah: Dengan sebab ini dapatlah ia menjatuhkan mereka berdua (ke dalam larangan) dengan tipu dayanya. Setelah mereka memakan (buah) pohon itu, terdedahlah kepada mereka berdua aurat masing-masing…(al-A'raf: 22)

Cerita yang sama bentuknya juga terdapat dalam ayat 121 surah Taha. Mengulas ayat 20 surah al-A'raf, Syed Qutb menyebut: "Mereka kedua-duanya ada kemaluan. Tetapi sebelum itu tertutup dan tidak dapat dilihat oleh mereka.

"Daripada plot cerita, kemaluan tersebut bersifat fizikal yang memerlukan ditutup secara material. Begitu pun sebelum itu mereka berdua tidak diberitahu tujuan diadakan kemaluan itu".

Dalam ayat 121 surah Taha, Syed Qutb menyebut, Allah menggunakan ungkapan "fabadat lahuma Sau Aa Tuhuma" dan tidak "fabadat Sau Aa Tahuma", kerana ia menekankan hakikat. Sebelum itu mereka berdua tidak nampak kemaluan itu. Hanya apabila didorong oleh sesuatu perasaan dari dalam baru mereka nampak kemaluan-kemaluan itu.

Sebelum itu Syed Qutb menyebut kemungkinan pendedahan kemaluan itu ada kaitan dengan bangkitnya naluri seks dalam diri masing-masing. Dengan lain perkataan, suatu kesedaran seks telah berlaku dalam diri kedua-dua mereka.

Terpedaya Untuk Kekal

Satu hal lain yang boleh dihubungkan dengan andaian berkenaan ialah persoalan khulud atau 'kekal'. Dalam ayat-ayat 20 surah al-A'raf dan 120 surah Taha, ada ditonjolkan soal ini.
Ayat-ayat berkenaan menceritakan bagaimana iblis menggunakan isu khulud atau kekal sebagai satu daya penarik.

Dalam surah Taha pula Allah berfirman, menceritakan: Setelah itu maka syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya, dengan berkata: "Wahai Adam, mahukah, Aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan hilang lenyap?"

Mengulas ayat 20 surah al-A'raf al-Qurtubi menyebut satu pendapat ulama, Adam inginkan khulud atau kekekalan kerana dia tahu para malaikat tidak akan mati sehinggalah hari kiamat. Syed Qutb pula mengulas isu yang ditimbulkan oleh syaitan ialah "melepaskan diri dari ikatan tubuh seperti malaikat serta bersifat kekal atau khulud". Namun beliau lebih tertarik dengan bacaan Ibnu Abbas iaitu Mulkin.

Kata beliau bacaan ini sesuai dengan apa yang terdapat dalam ayat 120 surah Taha. Berasaskan bacaan ini Syed Qutb mentafsirkan, "Pujukan itu berasaskan kepada kuasa dan umur yang kekal berpanjangan iaitu dua nafsu yang paling kuat dalam diri manusia". Beliau kemudiannya menghubungkan nafsu-nafsu ini dengan seks.

Kata beliau: "Nafsu seks itu sendiri ialah satu jalan ke arah merealisasikan nafsu khulud dengan cara melahirkan keturunan dari generasi ke generasi".

Agak jelas sama ada dari aspek plot mahupun gaya, ada tanda-tanda menunjukkan, yang disebut sebagai pokok terlarang dalam ayat-ayat berkenaan ialah seks. Dan atas dorongan untuk kekal hidup di dalam syurga, sebagaimana yang diperdayakan oleh syaitan kepada mereka, Adam dan Hawa melakukan hubungan jenis itu sekali gus melupai larangan Tuhan.

Semua ini ada hubung kaitnya dengan perancangan Allah untuk menghantar manusia ke bumi sebagai unsur yang membangun.

Cuma yang menjadi persoalannya, tidak ada mufassirin (setakat yang diketahui) yang berpendapat begitu. Paling hampir ialah zilal, tetapi tidak tegas dan terlalu umum.

*Tulisan Prof. Dr. Mahmood Zuhdi ini dipetik daripada majalah Al Islam keluaran Ogos 2009, yang mula berada di pasaran pada 17 Julai lalu

p/s : menarik x? menarik kan..seks yg terlarang mmg senantiasa membawa padah dan durjana..jauhi seks terlarang...pesanan ringkas komuniti era...

Lelaki Baik Untuk Perempuan yang Baik

Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur':26)

text-align: center;">sentuhan qalbu


Itulah janji Allah S.W.T buat semua manusia. Seandainya kita menginginkan isteri atau suami yang baik, kita haruslah terlebih dahulu menjadi seorang yang baik. Tak mungkin seorang yang baik akan mendapatkan wanita yang tidak baik atau sebaliknya. Seandainya anda masih meragui kalimah ilahi, kalimah siapakah lagi yang tinggal untuk anda ikuti?

Seorang sahabat saya kemudiannya memberi komentar mengenai ayat ini, “Kalau macam tu, tak nak lah kahwin dulu. Saya nak memperbaiki diri sampai layak mendapat isteri yang lebih baik.” Astaghfirullahal'adzim, bertapa buruknya pandangan seperti ini.

Pertama, membersihkan serta memperbaiki diri dan iman tidak boleh dicampurkan dengan niat kerana selain Allah SWT. Itu namanya syirik. Bagaimana seorang boleh mengatakan ingin memperbaiki diri untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik sedang diwaktu dia menyatakan perkara tersebut dia sedang menduakan Tuhan. Pembersihan dan pembaikan yang cuba dilakukan malah boleh bertukar menjadi pengotoran dan perosakan diri.

Kedua, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba menikah, maka telah sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah pada setengah yang lain.” Jika menikah itu menyempurnakan setengah dari agama, apakah sarana pembersihan dan pembaikan diri yang lebih utama berbandingnya? Seorang yang belum nikah bererti belum sampai separuh pun keimanan yang ada di dalam dirinya.

Ketiga, perkataan “lebih” itu membawa maksud perbandingan antara dua. Bagaimana untuk mengukur “lebih” andai tiada yang pertama.

Keempat kalaupun dia dapat mengetahui “lebih baik” itu, seandainya dia mendapat seorang yang tidak sebaik dirinya, bagaimana? Sedangkan dia telah meletakkan kriteria sendiri mengenai yang “lebih baik”. Sedangkan Allah SWT maha tahu. Mungkin sahaja kita cuma nampak baik, atau merasakan diri baik, atau nama lainnya perasan!

Allah S.W.T dengan kehebatannya dalam mencipta dan menjadikan alam semesta telah menetapkan suatu sistem yang sangat sempurna iaitu islam. Lantas Allah S.W.T menyuruh hamba-hambanya agar taat dan patuh terhadap agama ini dan masuk ke dalamnya dengan seluruh hati dan jiwa.

Sunday, June 12, 2011

KASIH SESEORANG KERANA ALLAH

KASIH SESEORANG KERANA ALLAH

Hadis riwayat imam Muslim daripada Abu Hurairah daripada Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

Sesungguhnya seorang pemuda telah melawat saudaranya di kampung yang lain,maka Allah telah mengutuskan kepadanya dalam perjalanan malaikat,apabila telah tiba dekatnya,dia (malaikat) telah bertanya :”Ke mana engkau mahu tuju?”

Dia menjawab ,”Aku mahu jumpa saudaraku di kampong ini,”

Dia (Malaikat) bertanya :”Adakah bagi engkau atasnya sesuatu nikmat yang mana engkau menjaganya?”

Dia menjawab:”Tidak! Selain daripada aku mengasihi kerana Allah,”

Dia(malaikat)memberitahu :”Maka sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada engkau dengan sesungguhnya Allah begitu mengasihi engkau sebagaimana engkau begitu mengasihinya (saudaramu)

Ringkasan Kisah

Kisah ini menceritakan bagaimana seorang pemuda telah bermusafir dari kampungnya ke kampong yang lain yang mana dia tidak mempunyai sebarang hajat ataupun perkara yang menguntungkan selain daripada menziarahi saudaranya yang dikasihi kerana Allah.Kasih kerana Allah merupakan salah satu daripada cabang iman.

Rasulullah s.a.w telah memberitahu kita bahawasanya sesiapa yang berkasih-sayang kerana Allah akan berada di atas mimbar daripada cahaya pada hari Qiamat yang mereka berada bersama anbiya’,para syuhada’dalam majlis mereka dan begitu hamper kepada Allah.

Allah telah mengutuskan malaikat kepada pemuda tadi yang mana berupa manusia untuk bertanya mengenai tujuan dan hajatnya.Dia telah menerangkan mengenai hajat dan tujuan sebenar dia melawat saudaranya.Setelah mendengar jawapannya yang mana tujuan sebenar dia bermusafir adalah untuk melawat saudaranya kerana begitu mengasihinya kerana Allah bukannya kerana dia mempunyai kepentingan atau pun hajat dengannya,maka Malaikat memberitahunya bahawa Allah mengasihinya sebagaimana dia mengasihi saudaranya.Sesiapa yang dikasihi oleh Allah akan hidup dalam bahagia didunia dan akhirat.

Pengajaran

1.Kelebihan bagi mereka yang kasih kerana Allah dan menziarahi keranaNya.Allah
mengasihi pemuda itu kerana kasihnya kepada saudaranya,perjalanannya kerumah
saudaranya dan lawatannya
2 Islam menggalakkan kita bermusafir untuk menziarahi saudara mara kerana Allah.

3. Kadang-kadang Allah mengutuskan malaikat kepada sebahagian hambaNya untuk
Menyampaikan kepada mereka beberapa perkara.Ini bukanlah bermakna bahawa
Mereka yang mana Allah mengutuskan kepada mereka Malaikat itu merupakan Nabi
atau pun Rasul.

4. Kemampuan malaikat dengan izin Allah untuk menyerupai manusia sebagaimana
Dalam kisah ini.

5. Kelebihan ikhlas yang mana pemuda itu mencapai apa yang dicintainya iaitu kasih
Kerana Allah bukannya kerana sesuatu yang berharga ataupun kepentingan antara
Mereka.

Thursday, June 09, 2011

rejab..tazkirah

[Tazkirah Rejab] Menurut Saidina Ali, 4 perkara yang membawa kita ke syurga adalah:

1) merahsiakan musibah
2) merahsiakan sedekah
3) Berbuat baik kepada kedua Ibu bapa
4) Sentiasa berzikir (mengingati Allah)

Selamat beramal.. Moga Redha Allah sentiasa mengiringi perjalanan hidup kita..

Wednesday, June 08, 2011

Al-Kisah: Isteri dan Harta Pindah Pada Orang Lain

Al-Kisah: Isteri dan Harta Pindah Pada Orang Lain

Dalam kitab Laâlil Akhbar disebutkan suatu kisah yang bersumber dari Ibnu Khalkan:

Pada suatu hari seorang kaya sedang makan ayam bakar. Kemudian datanglah seorang pengemis meminta-minta, tapi ia mengusirnya. Orang kaya itu lalu bercerai dengan isterinya dan kehilangan harta kekayaannya.

Kemudian isterinya menikah dengan orang lain. Ketika suami keduanya sedang makan ayam bakar datanglah seorang pengemis. Lalu ia menyuruh isterinya memberikan ayam bakar itu kepada pengemis itu. Ketika isterinya melihat pengemis itu ternyata ia mantan suaminya. Lalu ia menceritakan kepada suaminya yang kedua.



Suaminya berkata: Demi Allah, aku adalah pengemis yang dahulu meminta-minta darinya. Sekarang Allah memberikan harta dan isterinya kepadaku karena ia tidak mensyukuri nikmat Allah.

Rasulullah saw bersabda:
“Jagalah kesucian dan kehormatan isteri orang lain, agar kesucian isterimu juga terjaga. Berbaktilah kepada orang tuamu agar anak-anakmu berbakti kepadamu.” (Al-Wasail, hadis ke 2582)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Berbuat baiklah kepada keturunan orang lain, niscaya keturunanmu akan diperlakukan dengan baik.” (Biharul Anwâr 75: 12)

Rasulullah saw bersabda:
“Orang yang kamu bantu akan membantumu. Orang yang tak bersabar dalam musibah, ia akan menjadi lemah. Orang yang memberi hutang kepada orang, ia akan diberi hutang oleh mereka, dan orang yang meninggalkan mereka, tak akan ditinggalkan oleh mereka.”

Sahabat bertanya: Lalu apa yang harus kulakukan, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Pinjamkan sebagian hartamu kepada mereka untuk saat kamu membutuhkan mereka.” (Tuhaful ‘Uqûl: 37).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Barangsiapa yang menginfakkan hartanya karena Allah, maka Dia akan mensegerakan gantinya.” (Ghurarul Hikam).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Barangsiapa yang menebarkan hikmah, maka orang-orang akan mengingatnya dengan hikmah itu.” (Ghurarul Hikam).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):
“Jika seorang hamba bersedekah dengan baik di dunia, Allah akan memberikan ganti yang baik kepada keturunannya.” (Biharul Anwâr 96: 135).

Tuesday, June 07, 2011

Trend Buka Tutup Jilbab

Buat apa sebenarnya memakai jilbab? Apa yang menjadi dasar ketika mereka memutuskan untuk menggunakannya?

Artikel oleh: IslamItuIndah

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS 33:59)
Ayat diataskah yang mendasari keputusan itu? Atau hanya sekadar trend mode saat ini? Kerana mulai banyak para perempuan yang menggunakannya saat ini, walaupun cara menggunakannya masih belum benar–benar sesuai syariat. Yah… masih lumayanlah dibandingkan dengan yang sama sekali belum menggunakannya.
Tapi kalau buka tutup bagaimana pula ya?


Ini masalahnya. Jilbab sebenarnya bukan trend pakaian masa kini yang bisa ditiru saat sedang trend, lalu dilepaskan lagi saat trend itu habis. Jilbab adalah kewajipan bagi seorang Muslimah yang sudah baligh. Sama wajipnya dengan keharusannya menegakkan sholat. Tidak bisa digunakan sesuka hati kerana ALLAH sudah menetapkan aturannya dengan jelas.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada ALLAH, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS 24:31)


Tadi sudah dibahas bahawa sebenarnya jilbab itu adalah kewajipan yang harus ditunaikan oleh keseluruh kaum muslimah. Bukan pilihan kerana merasa sudah siap, atau alasan lainnya. Kerana saat ini ramai yang belum menggunakannya kerana merasa lebih baik membenahi diri dulu baru berjilbab. Masalahnya adalah waktu yang kita tidak tahu sampai bila akan bisa kita jalani. Sementara membenahi diri adalah kewajiban yang harus kita lakukan setiap saat tanpa ada akhirnya? Apakah ada seseorang yang merasa dirinya sudah soleh, sudah baik, dan sudah sempurna?


Lalu bila kita akan menyempurnakan keimanan kita bila terus menerus menggunakan dalih seperti diatas? Kerana sampai bila kita hidup pun kita tidak akan pernah tahu. Sementara selama kita hidup, kewajipan kita adalah terus memperbaiki diri, kerana pada dasarnya manusia tidaklah sempurna. Lalu mereka yang berdalih memperbaiki diri dulu baru berjilbab atau menunggu datangnya hidayah (padahal hidayah itu harus dijemput dengan keimanan kita, bukan ditunggu!) bagaimana? Sempatkah menyempurnakan perintah-NYA?
Jilbab adalah saksiyyah (jati diri) wanita Islam, mahkota yang harus dijunjung tinggi. Jika seorang wanita telah memutuskan untuk berjilbab, maka ia harus siap dengan segala rintangannya atau ujian dari ALLAH. Siap menjaga sikap dan perilakunya. Ini kerana, jika seseorang wanita berjilbab melakukan hal-hal yang tidak semestinya, maka yang dituding bukan hanya diri wanita itu, tetapi jilbab dan Islam. Contohnya, jika seorang wanita berjilbab merokok di tempat umum, maka masyarakat akan berkata “Tu kan, dah berjilbab tapi merokok?” Jilbab dan Islam mendapat kesan negatif. Terlepas dari segala pembahasan tentang hak asasi seseorang untuk bebas melakukan apapun sepanjang tidak mengganggu kepentingan orang lain, wanita yang telah memutuskan untuk berjilbab hendaknya menjaga adab perilaku. Kerana ia merupakan jati diri, sudah selayaknya kita menjaga jati diri, martabat sebagai seorang muslimah tersebut dengan sebaik–baiknya. Tidak memperlakukannya sesuka hati dan melakukan peraturan sendiri. Ada yang berjilbab awalnya kerana merasa mendapat hidayah, namun dalam perjalanan hidupnya ketika merasa kecewa dengan apa yang dialaminya, lalu jilbab pun dilepaskan. Sayangnya ketika melepasi jilbab yang ada adalah sikap dan perilaku jahiliyah… Astaghfirullah halazhim.


Wahai para Muslimah, kita yang dimuliakan ALLAH, bahagialah dengan kemuliaan itu, sudah selayaknya kita menjaganya dengan segala daya dan upaya. Hanya itu cara kita mengabdikan diri kepada-NYA, mematuhi perintah-NYA dan Rasul-NYA. Bekali diri dengan ilmu dan fahaman yang cukup tentang perintah ALLAH yang satu ini. Luruskan niat untuk berjihad melawan hawa nafsu. Sekali memutuskan berhejab, yakinlah bahawa kita sudah melakukan sesuatu yang benar dan mohon pada-NYA agar tetap menjaga hati ini tetap beristiqhamah dalam ketaatan pada-NYA. Ketika kita sudah memutuskan untuk berhejab, sama artinya kita membeli ‘one way ticket’ don’t look back and cause there’s no way back. Jangan pernah berjalan mundur dan kembali kepada kejahiliahan diri kita. Tidak ada alasan apapun untuk menanggalkannya, kerana ALLAH adalah segalanya. Tidak juga kerana masalah rezeki yang sering membuat orang menanggalkan jilbab demi professionalisme dan tuntutan pekerjaan. Yakinlah ALLAH sang penjamin rezeki, apabila DIA yang memerintahkan kita menutup aurat, DIA juga yang akan menjamin rezeki untuk kita. Jangan pernah meragukan-NYA. Sedikit atau banyaknya rezeki adalah urusan-NYA. Namun yakinlah apabila kita patuhi-NYA, ALLAH tidak pernah menyia–nyiakan kepatuhan hamba-hamba-NYA. ALLAH Maha Mengetahui niat yang terkandung dalam hati para hamba–hamba-NYA.


Jangan pernah mempermainkan aturan–aturan-NYA. Kita hanya diperintahkan patuh dan taat, bukan mengganti ketentuan-NYA sesuai dengan yang kita mahukan. “Syurga di kelilingi oleh sesuatu yang luar biasa sulit, sementara sebaliknya, neraka justeru di kelilingi segala kemudahan.” Mahu kemana kita nanti, kembali kepada kita masing–masing dalam mentaati perintah-NYA.

Sunday, June 05, 2011

Jiwa y Sihat


Tanda-Tanda jiwa yang sihat dan tenteram sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah di dalam kitab Ighatsatul Lahfan min Mashayid asy-Syaithan.،¨

Di antara tanda-tanda tersebut adalah mampu memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan ketenteraman kepada jiwanya. Dia tidak memilih perkara-perkara yang berbahaya atau yang menjadikan jiwanya sakit atau menderita.

Tanda jiwa yang sakit adalah sebaliknya. Santapan jiwa yang paling bermanfaat adalah keimanan dan ubat yang paling mujarab adalah al-Quran. Firman Allah s.w.t:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran ayat-ayat suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya; dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua. [Al-Israa`:82.]

Selain itu Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al-Halabi dalam kitabnya Mawaridul Aman al Muntaqa min Ighatsatil Lahfan fi Mashayid asy-Syaithan menyebutkan beberapa sifat yang dimilik oleh jiwa yang sihat, iaitu:

1. Matlamatnya akhirat

2. Keinginan menuju Allah s.w.t.

3. Tidak bosan berzikir

4. Menyesal jika tertinggal dari berzikir

5. Rindu untuk beribadah

6. Khusyu' dalam shalat

7. Keinginannya hanya kepada Allah

8. Menjaga waktu

9. Muhasabah dan memperbaiki diri

Thursday, June 02, 2011

Tips Berhenti Merokok

Jun 2011 10:13 AM PDT

Tips Berhenti Merokok

1. Melengah-lengah
Lengahkan tindak balas ke atas keinginan merokok seperti melambat-lambatkan mencari rokok. Sekiranya rokok ada di tangan, jangan dinyalakan terus, tunggu sekurang-kurangnya 5 minit.

Keinginan untuk merokok ini kesudahannya akan hilang juga. Katakan pada diri anda “rokok membakar paru-paru” setiap kali anda ingin merokok.

2. Menarik Nafas Panjang
Tarik nafas anda dengan panjang sekurang-kurangnya tiga kali dengan perlahan-lahan.

3. Minum Air Dengan Banyak
Minumlah air banyak-banyak. Sebaik-baiknya air galian atau air masak suam. Jangan minum air berkafein seperti kopi atau teh, kerana minuman ini biasanya akan membuatkan anda ingin merokok selepas meminumnya.

4. Membuat Sesuatu
Buatlah sesuatu yang boleh mengalihkan fikiran anda daripada rokok. Contohnya bersiar-siar makan angin, telefon kawan, membaca buku, bermain muzik, membuat silang kata, berkebun dan sebagainya.

5. Menguyah Sesuatu
Mengunyah sesuatu seperti gula-gula getah,lobak merah,buah epal dan sebagainya. Elakkan sesuatu yang manis seperti gula-gula biasa.

6. Mandi atau Basuh Tangan
Sekiranya berada di rumah, mandilah seberapa kerap atau basuh tangan setiap kali terasa hendak merokok.

7. Melakukan Senaman Regangan
Lakukan senaman regangan setiap kali anda merasa mengantuk kerana tidak merokok.

8. Memohon Doa
Mohonlah doa kepada Tuhan agar azam dan usaha anda untuk berhenti merokok itu berjaya.

9. Mengaku dan Menghebohkan
Jangan segan untuk mengaku dan hebohkan kepada kawan-kawan bahawa anda telah berhenti merokok. Langkah ini akan dapat meningkatkan keyakinan diri anda untuk terus berhenti merokok. Insyallah kawan-kawan akan memahami hasrat suci anda itu.

Mungkin akan ada kawan-kawan yg cuba menguji hasrat anda dengan memberi rokok percuma kepada anda. Abaikan saja godaan tersebut. Tetapkan hati anda.

10. Mencabar Kawan-Kawan
Anda jangan takut untuk mencabar kawan-kawan anda dengan ganjaran tunai. Janjikan kepada kawan-kawan anda setiap sebatang rokok yg anda hisap selepas anda istihar anda telah berhenti merokok ialah rm10. Sekiranya mereka melihat / bertembung dengan anda sedang menghisap rokok , on the spot mereka boleh meminta wang tunai dari anda Rm=10 untuk sebatang rokok yg sedang anda hisap. Dengan cara ini, anda akan semakin jauh dengan tabiat merokok.

Akhir kata.. Semoga Berjaya !!

Kongsi Info :- Paid To Promote Untuk Pemilik Blog

Posted: 31 May 2011 11:46 PM PDT

Assalamualaikum semua ..

Hari ni saya nak kongsi satu benda yg bagus untuk kawan-kawan yang mempunyai blog/website. Apakata mulai hari ini anda letak code paid to promote di blog masing-masing dan biarkan di situ sambil anda tunggu wang masuk ke akaun PayPal anda setiap bulan.

Pada awalnya saya tak yakin pun dengan paid to promote ni. Saya saja test sebab member suruh daftar dan letak jugak di blog. Saya daftar pada 1.1.2010 dan sampai sekarang ianya nampak menyakinkan sebab setiap bulan mesti ade email dari paypal yg mengatakan bayaran dah dimasukkan ke dalam paypal saya.

Sebagai bukti saya berkata benar. Anda boleh rujuk pada gambar di bawah , cuba tgk setiap bulan payment akan masuk. Nilai terkumpul setakat ini yang saya dapat tak boleh bagitahu lah sebab itu peribadi. Nak tahu kena cuba sendiri hehe. Lagi satu, PTP ni hanya akan terima traffik dari UK, US, Canada dan Australia sahaja.

Wednesday, June 01, 2011

Ustaz Skim Cepat Kaya

"Ustaz Skim Cepat Kaya" Memiliki Jet Persendirian dan Kereta Mewah

KUALA LUMPUR: Ustaz Harun atau Harun Mat Saat yang dikehendaki Bank Negara Malaysia (BNM) berhubung kes penipuan skim cepat kaya mencecah RM200 juta dipercayai turut memiliki sebuah syarikat jet persendirian di Pekan, Pahang, selain deretan kereta mewah termasuk Nissan FairLady, Subaru Impreza, Toyota Alphard dan BMW.

Difahamkan, semua aset mewah itu digunakan ahli lembaga pengarah Dina Group Sdn Bhd (Dina Group), milik Harun, 45, ketika berurusan dengan pelabur baru syarikat berkenaan yang memulakan operasi perniagaan pada 2006.

Perkara itu didedahkan seorang mangsa yang mahu dikenali sebagai Ustaz Zul, 36, yang mendakwa pernah beberapa kali bertemu Harun ketika terbabit dalam pelaburan skim cepat kaya diperkenalkan Dina Group.

“Melihatkan penampilannya yang meyakinkan selain bijak bermain kata-kata dan emosi sehingga menitiskan air mata menceritakan kesusahan dilalui, semua peserta yang menghadiri seminar atau bengkel seolah-olah ‘dipukau’ sehingga sanggup mendaftar sebagai ahli.

“Saya difahamkan Ustaz Harun bukan saja warak, malah turut bergiat aktif sebagai penceramah agama di sekitar pantai timur sebelum menjalankan perniagaan,” kata yang melabur sehingga RM100,000 antara Oktober 2008 hingga Mac 2009. [Metro]

Blog Archive