Wednesday, July 22, 2009

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan

Hiasan
***Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan


Dalam Kitab Minhaj Al-Balaghah diriwayatkan khotbah Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan. Seperti biasa, khotbah Nabi itu singkat tetapi menyentuh hati. Ditengah-tengah khotbah, Nabi melayani pertanyaan para sahabatnya.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.

Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“

Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.”

(HR. Ibnu Huzaimah).

Read more!

Friday, July 17, 2009

Qurratul a'yun...

Sebaik-baik Hiasan

Sejarah membuktikan wanita bertakwa, taat kepada suami mampu bentuk keluarga harmoni.

BERGELAR seorang wanita tidak lengkap kalau tidak menjadi isteri dan ibu. Tetapi tidak semua orang bertuah bertemu jodoh sebelum ajalnya tiba, ada juga yang sudah lama berkahwin tetapi tidak dikurniakan cahaya mata.

Semuanya ada hikmah yang tidak ternilai di sisi-Nya, cuma manusia yang tidak arif meneropong kehidupan bakal tiba. Isteri yang taat kepada Allah akan taat kepada suaminya, selagi suaminya tidak bermaksiat kepada Allah.

Apa juga kekurangan dan kelemahan suami tidak menjadi halangan untuk isteri yang sedar dengan petunjuk agama terus berbakti dalam rumah tangga. Semua dilakukan untuk mendapatkan keredhaan suami yang akhirnya menjadi keredaan Allah.

Banyak teladan buat seorang isteri yang benar-benar ingin melandasi kehidupan rumah tangga dengan sebaiknya. Saidatina Khadijah binti Khuwailid dan Saidatina Aisyah binti Abu Bakar adalah ibu mukminin yang sentiasa memberi peringatan dan jalan terbaik untuk dicontohi setiap isteri.

Juga, Fatimah Az-Zahrah, puteri Nabi Muhammad SAW contohnya, seorang isteri yang taat dan patuh kepada suaminya, Ali bin Abi Talib. Tidak pernah sekelumit ada rasa kesal di hatinya apabila berkahwin dan mengurus rumah tangga walaupun dengan penuh susah payah.

Asma' binti Abu Bakar pula sentiasa komited berbakti kepada suaminya, Zubair, walaupun orang yang dinikahinya tidak mempunyai apa-apa harta melainkan seekor kuda. Itulah akhirnya yang menjadi urusan isteri bergelar Asma binti Abu Bakar, memberikan makan dan minum kepada kuda suaminya dan menjadi pembantu setia dalam urusan rumah tangga.

Sebagai seorang yang bergelar mukminah, wanita harus sedar pergaulan dengan suami bukan sekadar hubungan sosial yang terjadi dengan sendirinya apabila lebih dari seorang individu memulakan urusan hidup.

Tetapi ia adalah satu jalan yang mempunyai terlalu banyak persimpangan, yang mana jika kita tidak tersesat melaluinya, ia membawa seseorang hamba itu sampai ke negeri abadi dan berbahagia di sana selama-lamanya, bahkan perbuatan baik si isteri turut memberatkan timbangan pahala suami apabila dihisab kelak.

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: "Jika seseorang wanita menunaikan solat lima waktu, berpuasa pada Ramadan, menanti suaminya dan menjaga kehormatannya, maka dikatakan kepadanya, masuklah ke dalam syurga melalui pintu mana saja yang kamu kehendaki" (Hadis riwayat Ahmad dan Thabrani)

Isteri yang cantik di mata suami sudah tentulah yang berupaya memenuhi keinginan suami dalam pergaulan, pertuturan, makan dan minum, pakaian dan keselesaannya sewaktu berada di rumah. Kediaman kemas dan bersih adalah bonus buat suami yang berharap rumah tangganya menjadi syurga paling indah buat dirinya bersama isteri dan anak.

Begitu juga hidangan enak buat santapan ahli keluarga yang sentiasa ternanti-nanti air tangan si isteri atau ibu tidak terbanding makanan lain. Pakaian yang elok dan sentiasa terjaga rapi sudah tentulah menjadi satu keseronokan yang mungkin tidak dapat diperoleh jika tidak beristeri.

Isteri yang taat juga adalah yang tidak berpuasa sunat jika suami ada di sisinya tanpa izin suaminya dan tidak membenarkan sesiapa pun masuk ke rumahnya tanpa kebenaran suaminya terlebih dulu. Isteri juga tidak berinfak, atau bersedekah dan memberikan harta hasil pencarian suaminya kepada sesiapa tanpa izinnya.

Segala bentuk larangan adalah semata-mata untuk menjaga keharmonian rumah tangga supaya sentiasa sarat dengan kasih sayang dan tidak diganggu oleh anasir yang boleh meruntuhkan kebahagiaan dibina hanya kerana kejahilan isteri terhadap hukum agama.

Hiasan

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Tidak diperbolehkan seorang wanita berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya ada di rumah tanpa izinnya. Dan tidak boleh ia memasukkan orang lain ke dalam rumahnya tanpa izin suaminya. Dan tidak pula berinfak daripada harta suaminya tanpa perintah suaminya, jika infak dikeluarkan, maka separuhnya kembali kepada suaminya." (Hadis riwayat Bukhari)

Justeru, gambaran seorang isteri yang cantik di mata suami ialah yang hampir sempurna dalam urusan rumah tangga, bukan yang mengkesampingkan tugas seorang isteri sehingga menyerahkan segala-galanya untuk dilakukan pembantu rumah.

Ia bukan saja menyebabkan rasa tidak puas hati suami dan anak, tetapi juga pembantu yang terpaksa menguruskan semuanya sehingga akhirnya tidak dapat berkerja dengan baik. Wanita Islam yang istiqamah, yang tahu bahawa Allah SWT akan memberikan pahala yang besar kerana ketaatan dan baktinya terhadap suami tidak akan melepaskan peluang terbentang di depan mata.

Diriwayatkan daripada Ummu Salamah berkata yang maksudnya: "Wanita mana saja yang meninggal dunia, sementara suami reda dengannya, maka ia pasti masuk syurga."

Isteri yang derhaka kepada suami, solatnya tidak akan diterima dan segala kebaikan dilakukannya tidak akan terangkat ke langit, sehingga suami reda dan memaafkannya, seperti diriwayatkan daripada Jabir bin Abdillah bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Ada tiga jenis orang yang solatnya tidak akan diterima dan tidak pula diangkat kebaikannya ke langit, iaitu hamba sahaya yang lari tuannya sehingga ia kembali, lalu meminta maaf kepadanya. Wanita yang membuatkan suaminya marah sehingga suaminya reda kepadanya serta seorang pemabuk sehingga ia sedar."

Bagaimanapun, isteri yang benar sudah tentulah boleh menentang suami yang salah dan bermaksiat kepada Allah. Kesabaran dan ketabahan isteri yang sanggup mentaati suami ketika ia benar dan sabar ketika dimarahi suami yang salah kerana tidak mentaati perintahnya akan diberikan pahala oleh Allah.

Isteri yang taat kepada suami adalah wanita yang tidak ingkar terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Justeru, menjadi isteri yang cantik di mata suami bukanlah hanya jelita parasnya, tetapi juga memiliki segala keindahan sebagai seorang layak dicintai dengan penuh kasih dan sayang.

Moga kutitipkan ini adalah harapan daripada sanubariku agar memiliki calon seperti yang digariskan dalam penulisan ini agar ianya dapat membahagiakan dalam alam yang sementara ini insyaAllah.Isteri yang beriman adalah impian mana-mana bagi kaum Adam di alam ini.Ayuh muslimah buktikan keserlahanmu...
*afifzahrah*

Tuesday, July 14, 2009

Confirm dibius Cinta...



Kehidupan manusia tidak sunyi dari kalimah cinta. Cinta yang dikatakan fitrah manusia yang senantiasa menghantui fikiran manusia mampu membinasakan akal andai tidak pandai dijaga. Di sini dinyatakan 11 tanda-tanda cinta.

1. Sentiasa memandang si dia, ini kerana cinta itu bermula dari mata, sepertimana di sebut dalam sebuah pantun :
“dari mana semut melata,
dari bata turun ke titi,
dari mana datangnya cinta,
dari mata turun ke hati”.
Orang yang menyintai seseorang akan kerap kali memandang insan yang dicintainya, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair :
“kuikuti arah pandangan ke mana pun kau pergi,
tak seorang pun mampu halangi jalan yang ku lalui”
dan dalam syair lain
“jika mereka menghalangi agar aku tak memandangnya,
mataku pun takkan sudi lagi memandang manusia”
2. Malu-malu jika orang yang dicintai memandangnya.
3. Merindui, membicarakan dan menyebut namanya, sebagaimana disebut di dalam pantun :
“adat permata di dalam tangan,
dibungkus dengan kain baldu,
jikalau bercinta menyesal jangan,
adat muda menanggung rindu”.
4. Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya daripada kepentingan diri
5. Bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai.
6. Menghayati perkataan orang yang cintainya dan mendengarkannya, sebagaimana syair : “ senantiasa ku perhatikan perkataanmu,agar aku tampak mengerti dalam pikiranku”
7. Mencintai tempat atau rumah sang dicintainya.
8. Menyintai apa yang dicintai kekasih.
9. Gementar atau gelisah bila berhadapan dengan orang yang dicintai.
10. Cemburu kepada orang yang dicintai.
11. Berkorban untuk mendapatkan keredhaan orang yang dicintai, sebagaimana syair :
“kupunya sekeping hati yang ditebari cinta,
keranan cinta dia rela menghadapi penyiksa,
cinta menebus dirimu dengan pengorbanan jiwa,
kan ku tebus pula dengan sesuatu di atas jiwa”.

Jari-jemari terus memacu sebagai budak suruhan dari kontur gaung hati yang merintih dan juga dari cebisan jiwa yang mendakap menyatakan qudus nurani yang bergema menandakan hati yang berbunga untuk bercinta lagi dengan insan yang teristimewa buatku hadir dalam hentian nafas ini...

*afifzahrah

Saturday, July 11, 2009

Puisi untuk si Dia

WANITA SOLEHAH…..




SENANTIASA TENANG JIWANYA

LANTARAN ITU SENTIASA MEMBESARKAN TUHAN
DI DALAM SOLAT

DAN SUNNAH RASULULLAH
JADI JALAN KEHIDUPANNYA

MENJADI AKHBAR DAN HIBURAN

JANJI-JANJI ALLAH JAMINAN KETENANGAN BUATNYA

SUMBER JIWANYA BEROLEH KEKUATAN

AGAR SABAR MENENTANG MUSIBAH

BERTEGUH MENJUNJUNG HUKUM HAKAM ALLAH

INILAH WANITA SOLEHAH

TIDAK MEMBIARKAN DIRI

MENJADI BUSAR PANAHAN SYAITAN

DIPERALATKAN UNTUK MENGUMPAN KAUM ADAM

MEMANDANGNYA….

MENYEJUKKAN MATA…..

DIRINYA TENTERAM
MEMBIARKAN HIBURAN

KIRANYA IA SEORANG ISTERI

KEPERIBADIAN MENGHIBUR SUAMI

SENTIASA MENGUNTUM SENYUM DI HaDAPAN SUAMI

SANGGUP HIDUP BERDUA MATI BERSAMA

LANTARAN MENGHARAPKAN KEREDHAAN ALLAH SEMATA-MATA

MEMADAI DENGAN APA YANG ADA

TIDAK PERNAH MENUNTUT APA YANG TIADA

MENJADI TULANG BELAKANG PERJUANGAN SUAMI

HINGGA SUAMI MERASAKAN RUMAH ITU SYURGA

MENJADI KEKUATAN JIWA

UNTUK MENEGAKKAN JIHADNYA

NATIJAHNYA,

LAHIRLAH JIWA SAKINAH

BERNAFSUKAN MUTMAI’NAH.


‘SEINDAH HIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH’

SEKADAR RENUNGAN BERSAMA..

Puisi ini kutitipkan dan ku tiupkan bersama ayat-ayat Cinta agar ianya memberi nafas baru dalam nadi cinta dan sayang dalam pembuluh darah kasih dan rongga sayang membuatkan jiwa dibelai dan disemai bagi mengorak langkah dalam melayari bahtera nanti, amin..
*afifzahrah*

Tuesday, July 07, 2009

Perkembangan Politik Tanah Air Dari Perspektif Nik Aziz



Mursyidul Am Pas, Datuk Nik Aziz Nik Mat adalah benteng utama parti itu. Beliau juga adalah pemacu unggul kerajaan Kelantan.

Idea-idea politiknya bernas. Setiap pertimbangan dan perkembangannya digarap bersandarkan al-Quran, Sunnah dan Realiti politik hari ini.

Demi mengetahui bagaimana beliau menafsirkan perkembangan politik tanah air, wartawan SUARA KEADILAN, MOHD NAJIB HASHIM menemubual Menteri Besar Kelantan ini.

Perkembangan politik Malaysia nampaknya menjurus kepada persaingan dua parti iaitu Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat? Apa komen Datuk?

“Bismillahirahmanirrahim. Pergelutan dan pergolakan politik ini bukan baru. Ia bukan wujud sejak wujudnya PAS dan Umno. Sejak manusia wujud di muka dunia ini, tidak pernah berhenti daripada permusuhan antara satu sama lain. Ini ketetapan Allah yang menciptakan manusia.

Waktu Nabi Adam hendak diturunkan dari syurga ke bumi, Allah sudah sebut pada Nabi Adam, ’satu sama lain bermusuh’. Kamu akan duduk di bumi, akan beranak, bercucu, bercicit sampai jadi penghuni dunia sepenuhnya. Semua anak beranak Nabi Adam. Dan satu sama lain akan bertengkar.

Bila Allah tahu yang manusia ini perlu bergelut, Allah menurunkan nabi. Pihak Nabi, pihak yang benar. Pihak lawan nabi pihak yang tidak benar. Sebab itu, sejak Nabi Adam wujud, dia nabi sehingga kepada Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad, tidak pernah wujud manusia yang tidak bergaduh.

Tapi, bila wujud keadaan bergaduh, maka nabi di pihak yang benar. Kerana nabi bukan belajar di sekolah, bukan belajar di pondok, bukan dia buat kajian, tapi dia terima langsung dari Allah s.w.t. Apa sahaja yang Allah s.w.t kehendaki, akan diturunkan kepada nabi, tidak kira nabi mana pun. Ini kaedahnya.

Saya ulang sekali lagi, tiap- tiap manusia, ada fikiran sendiri. Wajah tidak sama. DNA tidak sama. Urat jari pun tidak sama. Ini adalah kaedah asas dan akan timbul fikiran yang berbeza dan berlainan.

Jadi Allah sudah tetapkan di dalam Al-Quran, “mana-mana umat yang dapat hidayat Aku, maka siapa yang ikut hidayat Aku, maka orang itu akan selamat”. Hidayat Allah hanya dikurniakan kepada nabi.

Sekarang timbullah PAS dan Umno. Baru 50 tahun. Dulu semua sekali berada dalam Umno kerana ketika itu hanya ada satu sahaja parti iaitu Umno. Cikgu, orang kampung, tok guru, tok ayah, tok lebai, imam, makmum, raja, rakyat semuanya ahli Umno pada tahun 1946 sehinggalah 1951.

Sebab alim ulama’, mereka mempunyai risalah. Mesej daripada nabi-nabi kerana mereka ini waris nabi; tidak kira Cina muslim ke? Melayu muslim ke? Orang Asli muslim ke? Dia mempunyai pendirian sendiri kerana mereka menyambung tugas Nabi Muhammad.

Pada tahun 1961, alim ulama’ keluar Umno dan mereka tubuh Parti SeIslam Tanah Melayu, PAS. Mereka yakin jalan Umno salah. Dan saya sendiri yakin Umno salah. Bila salah berertinya tidak akan bertemu syurga yang jumpa hanya nerakalah. Bermula dari situ sehingga hari kiamat pun akan ada orang yang melawan golongan yang salah. Ini perintah daripada Allah.

Di sini timbul satu masalah. Pada pandangan orang Eropah, manusia ini tuan punya dunia. Contohnya, bila sebuah parti menang satu kawasan, mereka rasakan kawasan itu mereka yang punya. Ertinya, segala hasil kekayaan yang ada mereka sewenang-wenangnya bagi kepada siapa yang mereka mahu. Mereka rasuah, mereka bebas lakukan apa saja kerana mereka rasakan mereka telah menang kawasan itu dalam pilihanraya.

Itu pandangan orang yang lawan nabi. Nabi mengatakan dunia ini bukan kepunyaan kita, ia kepunyaan Allah, Kita hanya pengurus, yang dipanggil khalifah. Sebab itu DO hanya dilantik oleh kerajaan negeri untuk jaga sesuatu kawasan. Dia tidak boleh fikir dia berkuasa penuh. Dia hanya menerima pelantikan daripada kerajaan.

Kita cuma menerima pelantikan daripada Allah sebagai khalifah. Ini pandangan saya, Islam meletakkan manusia tidak mempunyai hak mutlak. Kerana hak mutlak ini kepunyaan Allah. Oleh yang demikian gerakan Islam seluruh dunia yakini bahawa kita manusia hanya pengurus. Sebab itu, orang yang berjaya mengurus ini, akhirat kelak mereka akan diupah, masuk syurga.

Kita dapat melihat aliran politik negara yang semakin menjurus ke arah Pakatan Rakyat. Bagaimanakah Datuk melihat perkara ini?

Dalam pilihanraya ke-12, rakyat menerima Pakatan Rakyat. Lima buah negeri jatuh ke tangan Pakatan Rakyat. Di Kelantan, sebelum pilihanraya baru-baru ini, Umno mempunyai 22 buah kerusi; menggelonsor semuanya tinggal enam kerusi.

Sedangkan bekas perdana menteri Abdullah Ahmad Badawi menjanjikan pembangunan kepada Kelantan seperti cadangan membina jambatan yang kedua, laksanakan ECER (Wilayah Pembangunan Ekonomi Pantai Timor).




Saya bimbang juga, tapi sebutlah apa saja pembangunan, rakyat Kelantan faham bahawa pembangunan ini dapat dibuat oleh parti yang menguasai. Kalau parti A kuasai Kelantan, A lah yang buat pembangunan. Kalau A yang kuasai Kuala Lumpur, A lah yang buat pembangunan. Rakyat faham, Alhamdullillah.

Pembangunan bukan daripada duit parti. PAS ke; Umno ke; DAP ke. Pembangunan bukan dibuat daripada duit parti tapi duit rakyat yang kita kuasai. DAP kuasai negeri, DAP buat pembangunan. PAS kuasai negeri, PAS buat pembangunan. Umno kosong.

Sekarang Umno masih ada nyaris- nyaris di Kuala Lumpur, insyaAllah bila kita bagi penerangan yang jelas bahawa Umno melalui jalan yang salah bukan jalan nabi-nabi. Bila kita melalui jalan salah macam bila kita lalu jalan salah di Kuala Lumpur akan kena saman, kena kemalangan.

Saya telah hantar surat kepada Perdana Menteri, saya tanya dia dua perkara sahaja. Pertama, kerana apa tolak Islam? Keduanya, kenapa Umno lawan PAS? PAS ini terang-terang perlembagaannya Islam. PAS sudah pegang Kelantan 18 tahun. Saya buat macam Allah hendak. Yang Allah kata haram, saya haramkan. Yang boleh, saya bolehkan.

Apakah faktor yang menjadi penyatu dalam Pakatan Rakyat?

Sebagai orang PAS, saya sebut tadi, Umno melalui jalan salah. Mereka melalui jalan yang salah kerana mereka tak serupa dengan dasar nabi iaitu al-Quran dan hadis. Umno tolak. Umno buat rasuah. Rasuah ini bukan melibatkan orang kampung. Tapi pegawai- pegawai parti, ketua-ketua parti.

Sebelum pilihanraya ke-12, Umno buat mahkamah sesama ahlinya yang diketuai Tengku Ahmad Rithauddeen. Di situ terang-terang Umno terlibat dengan rasuah. Ini perbuatan jijik. Sebab kita cantas kebolehan orang lain dan kita bagi pada orang yang tidak berkenaan.

Ini Islam tidak boleh terima, PAS tidak boleh terima, saya fikir, komunis pun tidak boleh terima. Dan bila Umno tolak Islam, mahu tidak mahu mereka mesti akan terdedah pada rasuah. Sebab itu saya kata sokong PAS dapat pahala. Bagi saya, saya masuk pejabat seolah-olah saya masuk masjid.

Mampukah Pakatan Rakyat mengambil alih tampuk pemerintahan negara? Ramai yang memperkatakan tentang kerjasama yang tidak mantap, masih berlaku perselisihan dan juga perbedaan pendapat. Bagaimana Datuk melihat isu ini?

Pakatan Rakyat masih setahun dua. Dulu PAS pun macam tu juga. Umno pun mula-mula kacau bilau jugak. Benda baru. Perlahan-lahan mantaplah. Semua kaedah Tuhan. Macam pokok, mula-mula tumbuh daun; dua tiga helai daun, sehingga besar. Masa mula-mula memang akan kena serang dengan cacing, semut, babi. Seperti juga manusia,. mula- mula lemah, nak bercakap tidak boleh,. boleh menangis je...

*dipetik drpd:-
Tuesday, 7 July 2009 • Kategori: Berita Semasa, Berita Utama, Nasional

Friday, July 03, 2009

Berilah Cinta Kepada Yang Sudi



“..Ya Allah Engkau Tuhanku.. Tiada tuhan melainkan Engkau.. Engkau cinta agungku.. Nabi Muhammad pesuruhMu..”

Berbicara mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan kita cinta monyet yang menghiasai dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak keterlaluan untuk dinyatakan, itulah pespektif masyarakat terhadap cinta. Sedangkan cinta sebeginilah yang sering mendorong pelakunya ke arah melakukan maksiat kepada Allah SWT. Sekotor itukah cinta?

Apakah cinta sebenarnya? Cinta sebenarnya menepati satu angka perangkaan fitrah manusia. Tanpa nilai cinta yang berdefinisi sebagai cetusan rasa dari orbit naluri ke arah mengenali satu objek dengan penghayatan hakikat dan kewujudannya akan membantutkan tumbesar manusia.

Kesenian cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa syahwat merupakan logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta seringkali diperalatkan untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan iblis laknatullah. Demi kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani fenomena cinta dengan nilai fikrah yang suci dan iman yang komited kepada Allah.

Permasalahan cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari ini. Pertembungan antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah umat Islam ke medan pertembungan yang memusnahkan etika spritual-membunuh solidariti dan menodai sosial.

Individu mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam jiwa. Cinta yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu yang penuh jijik dan dihina.

Menyedari hakikat ini, saya mencuba untuk menggagahkan diri bercerita soal cinta secara ringkas menurut pandangan Islam. Apatah lagi dalam suasana masyarakat remaja khususnya tertipu dengan propaganda 14 Februari yang kononnya ialah hari Kekasih. Maka sibuklah dunia berbicara soal cinta yang lebih menjurus kepada cinta karut-marut yang bertemakan mainan perasaan yang sama sekali terseleweng dari kehendak Islam.

Semoga Allah memberikan ganjaran terhadap usaha yang kecil ini dalam membersihkan jiwa pemuda-pemuda dari sebarang permainan perasaan yang hanya akan menyesatkan fikiran.



Apakah Kedudukan Cinta Di Dalam Islam?

Adakah Islam memusuhi cinta? Adakah sebegini kejam sebuah agama yang disifatkan menepati fitrah? Sebenarnya tidak. Malah Islam memandang tinggi persoalan cinta yang tentunya merupakan perasaan dan fitrah yang menjiwai naluri setiap manusia. Namun, cinta di dalam Islam perlulah melalui pelbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri :

1. Cinta kepada Allah

Islam meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehiudupan manusia ialah cinta kepada Allah. Ketinggian nilai taqarrub Al-Abid kepada Khaliq dapat dikesan melalui cinta murni mereka kepada Pencipta. Tanpa cinta kepada Allah perlakuan hamba tidak memberi pulangan yang bererti sedangkan apa yang menjadi tunjang kepada Islam ialah mengenali dan dan menyintai Allah.

Sinaran cinta itu jua akan mendorong hamba bertindak ikhlas di mihrab pengabdian diri kepada Allah serta menghasilkan cahaya iman yang mantap. Firman Allah SWT :

“..(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah...” (Surah Al-Baqarah ayat : 165)

Memiliki cinta Allah seharusnya menjadi kebanggaan individu mukmin lantaran keagungan nilai dan ketulusan ihsan-Nya.Namun menjadi suatu kesukaran untuk meraih cinta Allah tanpa pengabdian yang menjurus tepat kepada-Nya. Cinta Allah umpama satu anugerah yang tertinggi dan tidak mungkin sesiapa dapat memilikinya kecuali didahulukan dengan pengorbanan yang mahal. Cinta Allah adalah syarat yang utama untuk meletakkan diri di dalam barisan pejuang-pejuang kalimah Allah SWT. Firman Allah SWT (yang bermaksud) :

“..Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari ugamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir...” (Surah Al-Maidah, ayat 54)

2. Cinta Kepada Rasulullah SAW dan para anbiya’

Apabila manusia berada di dalam kegelapan yang begitu kelam,maka diutuskan pembawa obor yang begitu terang untuk disuluhkan kepada manusia ke arah jalan kebenaran. Sayang, pembawa obor tersebut terpaksa begelumang dengan lumpur yang begitu tebal dan menahan cacian yang tidak sedikit untuk melaksanakan tugas yang begitu mulia.

Pembawa obor tersebut ialah Rasulullah SAW. Maka adalah menjadi satu kewajipan kepada kepada setiap yang mengaku dirinya sebagai muslim memberikan cintanya kepada Rasulullah dan para ambiya’. Kerana kecintaan inilah, para sahabat sanggup bergadai nyawa menjadikan tubuh masing-masing sebagai perisai demi mempertahankan Rasulullah SAW. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebut :

Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka.

(Bukhari : no. 15, Muslim : no. 60, Tirmizi : no. 2548 Nasaie : no. 4901)

Namun, dalam suasana kita sekarang yang begitu jauh dengan Rasulullah SAW dari segi masa, adakah tidak berpeluang lagi untuk kita memberikan cinta kepada Rasulullah SAW? Sekalipun Rasulullah SAW telah meninggalkan kita jauh di belakang, sesungguhnya cinta terhadap baginda boleh dbuktikan melalui kepatuhan serta kecintaan terhadap sunnahnya. Oleh yang demikian, orang yang memandang hina malah mengejek-ngejek sunnah Rasulullah SAW tentunya tidak boleh dianggap sebagai orang yang menyintai Rasulullah SAW.

3. Cinta Sesama Mukmin

Interaksi kasih sayang sesama mukmin adalah merupakan pembuluh utama untuk menyalurkan konsep persaudaraan yang begitu utuh. Cinta sesama mukmin inilah yang mengajar manusia supaya menyintai ibubapanya. Malah mengherdik ibubapa yang bererti merungkaikan talian cinta kepada keduana adalah merupakan dosa besar sebagaimana yang disebut di dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah r.a katanya:

“Ketika kami bersama Rasulullah s.a.w, baginda telah bersabda: Mahukah aku ceritakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar: Ianya tiga perkara, iaitu mensyirikkan Allah, mengherdik kedua ibu bapa dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu..”

(Hadis riwayat Bukhari, no. 5519, Muslim : no. 126)

Alangkah indahnya sebuah agama yang mengajar penganutnya agar menghormati dan menyintai kedua ibubapanya yang telah melalui susah payah untuk membesarkan anak-anak mereka. Di manakah lagi keindahan yang lebih menyerlah selain daripada yang terdapat di dalam Islam yang mengajar umatnya dengan pesanan :

“..Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): "Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil."

(Surah Israk, ayat 24)

Selain daripada cinta kepada kedua ibubapa ini, Islam juga meletakkan cinta sesama mukmin yang berimana sebagai syarat kepada sebuah perkumpulan atau jemaah yang layak bersama Rasulullah SAW. Hayatilah betapa dalamnya maksud firman Allah SWT :

“..Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam)...

(Surah Al-Fath, ayat 29)

Malah, Al-Quran sendiri menukilkan betapa pujian melangit yang diberikan oleh Allah SWT kepada golongan Ansar yang ternyata menyintai golongan Muhajirin dengan cinta suci yang berasaskan wahyu Ilahi. Malah dalam keadaan mereka berhajat sekalipun, keutamaan tetap diberikan kepada saudara-saudara mereka dari golongn Muhajirin. Firman Allah SWT yang bermaksud :

“..Dan orang-orang (Ansar) yang mendiami negeri (Madinah) serta beriman sebelum mereka, mengasihi orang-orang yang berhijrah ke negeri mereka, dan tidak ada pula dalam hati mereka perasaan berhajatkan apa yang telah diberi kepada orang-orang yang berhijrah itu; dan mereka juga mengutamakan orang-orang yang berhijrah itu lebih daripada diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan dan amat berhajat. ..”

(Surah Al-Hasyr, ayat 9)

Bukankah ini yang telah diajar oleh Islam? Maka di tengah-tengah kecaman keganasan yang dilemparkan kepada Islam pada hari ini, kenapa tidak masyarakat antarabangsa malah umat Islam sendiri melihat bahawa betapa agungnya unsur kasih sayang dan cinta yang terdapat di dalam Islam? Namun, betapa agungnya cinta di dalam Islam, begitu jualah agungnya penjagaan Islam sendiri terhadap umatnya agar sama sekali tidak mencemarkan kesucian cinta dengan kekotoran nafsu.

Itulah cinta di dalam Islam. Ia tidak dapat tidak haruslah diasaskan di atas dasar keimanan kepada Allah. Alangkah ruginya cinta yang lari dari landasan iman. Akan hanyutlah jiwa-jiwa yang menyedekahkan dirinya untuk diperlakukan oleh ‘syaitan cinta’ sewenangnya-wenangnya

Cinta Dunia Remaja : Tragedi Yang Menyayat Hati

Tidak ada orang yang boleh mendakwa dirinya lari daripada mainan perasaan. Asal saja ia bernama manusia, maka sekaligus dirinya akan dicuba dengan mainan nafsu yang bagaikan lautan ganas yang begitu kuat bergelombang. Salah satu darinya ialah mainan cinta.

Tidak sedikit orang yang rebah kerana cubaan ini. Dalam berbicara persoalan peringkat pembinaan ‘cinta lutong’, As-Syauqi pernah bermadah :

Benar kata Syauqi, cinta lutong ini bermula dengan mainan mata yang tidak mempunyai sempadannya, ia kemudiannya diikuti dengan sahutan suara dan saling berhubung. Sampai peringkat tersebut, amat sukar sekali bagi pasangan cinta untuk tidak bertemu dan berdating sekaligus mendedahkan diri kepada aksi yang lebih hebat. Oleh kerana itulah, Islam dalam menjaga kesucian cinta dari dicemari oleh unsur-unsur nafsu meletakkan batasan pandangan seorang muslim dan muslimah. Firman Allah SWT yang bermaksud :

“..Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan...”

(Surah An-Nuur, ayat 30)

Betapa bahayanya cinta lutong ini boleh dilihat apabila pasangan yang dhanyutkan olehnya tidak akan berupaya untuk berfikir secara waras lagi. Setiap detik dan masa yang berlalu tidak akan sunyi dari memikirkan persoalan cinta mereka. Setiap saat, jiwa sudah tidak mampu lagi untuk tenteram sekiranya tidak didodoikan dengan suara halus dan lunak yang berbicara dengan kata-kata yang hanya layak diperdengarkan di dalam kelambu. Sudah berkubur cita-cita perjuangan dan sudah lebur harapan masyarakat yang dipikulkan di atas bahu, yang ada hanyalah kehendak memuaskan hati pasangan masing-masing. Lantas, di saat demikian, layakkah orang yang hanyut ini diharapkan memikul tanggungjawab melaksanakan tugas penting membimbing masyarakat?

Apakah penyelesaian terhadap permasalahan ini? Jalan yang paling baik ialah perkahwinan. Rasulullah SAW pernah bersabda yang bermaksud :

“..Wahai golongan pemuda! Sesiapa di antara kamu yang telah mempunyai keupayaan iaitu zahir dan batin untuk berkahwin, maka hendaklah dia berkahwin. Sesungguhnya perkahwinan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan. Maka sesiapa yang tidak berkemampuan, hendaklah dia berpuasa kerana puasa itu dapat mengawal iaitu benteng nafsu..”

(Bukhari : no. 1772, Muslim : no. 2485)

Selain daripada perkahwinan yang tentunya merupakan perkara yang hampir mustahil untuk dilaksanakan dalam dunia seorang penuntut ilmu, maka Rasulullah SAW mencadangkan puasa sebagai jalan terbaik melepaskan diri dari kekangan nafsu yang meronta-ronta. Selain daripada itu, Islam sama-sekali tidak membuka pintu yang lain. Selain daripada perkahwinan, tidak dapat tidak, hanyalah kawalan terhadap jiwa mampu menyelamatkan diri sendiri dari turut terjun dalam arus ganas cinta lutong.

Sesungguhnya cinta sebelum perkahwinan adalah cinta palsu yang walaupun dihiasi dengan rayuan-rayuan halus namun ia adalah panggilan-panggilan ke lembah kebinasaan! Dan sekalipun kekosongan jiwa daripada cinta lutong secara zahirnya adalah penderitaan dan kesunyian yang begitu hebat, namun itulah hakikat cinta sejati kepada Allah. Andainya hati dihiasi dengan rayuan-rayuan syaitan yang seringkali mengajak ke arah melayan perasaan, maka hilanglah di sana cita-cita agung untuk menabur bakti kepada Islam sebagai medan jihad dan perjuangan.

Percayalah, masa muda yang dianugerahkan oleh Allah hanyalah sekali berlalu dalam hidup. Ia tidak akan berulang lagi untuk kali kedua atau seterusnya. Meniti usia remaja dengan berhati-hati dan mengenepikan mainan perasaan adalah merupakan perkara yang amat sukar sekali. Apatah lagi, semakin dihambat usikan perasaan, semakin ia datang mencengkam dan membara. Namun, itulah mujahadah melawan perasaan. Sekadar perasaan dan diri sendiri menjadi musuh, alangkah malunya untuk kita tewas terlalu awal. Usia emas yang diberikan ini alangkah baiknya andainya digunakan sebaik mungkin menggali sebanyak mana anugerah di bumi ilmu.

Namun, kita manusia boleh tertewas bila-bila masa sahaja. Tidak kira siapapun kita. Sekalipun kita arif malah benar-benar mengetahui bahawa yang hadir hanyalah sekadar tipuan, namun kita bisa rebah dalam ketewasan yang kita sendiri sebenarnya merelakannya.

Oleh yang demikian, apakah yang akan menyelamatkan selain keimanan, ketakwaan dan kecekalan? .....

Hati ini masih lagi berbisik dengan ayat-ayat Cinta dan hati ini berbunga-berbunga untuk menerima apa itu Falsfah Cinta...Ya Allah! Hati ini merintih, jika ini adalah pilihan cintaMu yang Kau anugerahkan kepadaku, maka berilah secebis agar aku mendapat menjamah daripada sifat Rahim Mu dalam percintaanku dengan gadis baru yang ku temui ini...amien.
afifzahrah

Thursday, June 25, 2009

Bicara Cinta dari NURANI


Mesej Bergambar


Bismillahirrahmanirrahim..

Di dunia ini bukan semua yang kita inginkan akan kita perolehi. Bicara tentang cinta, diri ini bukanlah seorang yang mahir dalam bercinta hatta, untuk bercerita tentang cinta, sekalipun untuk menjadi pencinta agung seperti Laila dan Majnun, Romeo dan Juliet mahupun seperti Jung Yujin dan Kang Joon Sang dalam drama Winter sonata, Namun seperti kata-kata HAMKA bahawa:-

“cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati,keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”

Kata HAMKA lagi, “cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis tali sedan tapi cinta menghidupkan penghargaan, menguatkan hati dalam perjuangan, menempuh onak dan duri penghidupan”

Kemudian Jalaludin Ar-Rumi pula berkata, “Jika tiada cinta, peradaban dunia akan membeku. Cinta adalah penaka lautan; seluas dan sedalam daya jelajah hati nurani manusia itu sendiri. Cintalah yang semestinya menjadi asas utama bagi hubungan antara manusia, antara kebudayaan, antara bangsa dan antara sistem hidup yang berbeza.”

Lihatlah begitu ramai tokoh-tokoh agung yang mengajar kita tentang cinta, namun kata-kata mereka hanyalah sekadar teori, kitalah yang akan mempraktikalkannya. Walau cinta tiada dalam silibus pelajaran, mahupun peperiksaan yang perlu dihadapi, namun cinta itu ada dalam silibus kehidupan. Bagaimana kita mencorakkan cinta yang kita miliki, begitulah cara kita memahami tentang cinta itu sendiri.

Sering kita mendengar manusia menyalahkan cinta, padahal cinta tak bersalah apa-apa, kitalah yang bersalah jika tidak pandai untuk bercinta. Teladan orang-orang yang bercinta itu adalah teladannya cinta para Nabi. Begitu Nabi mencintai, kalimat terakhirnya adalah ummati, ummati, ummati..

Begitu juga ketika mengasihi dan mencintai tanpa syarat. Sepertimana ayahanda dan bonda kita mencintai,sentiasa mencintai walau sering dilukai. Seperti mana cinta Tuhan kepada hamba-hambaNya, sentiasa memberi walaupun hamba-hambaNya tidak pernah peduli.

Kata Kang Joon Sang kepada Yunjin, untuk mencintai seseorang kita tidak memerlukan alasan, kerana cinta yang hadir bersama alasan akan hilang bila tiada lagi alasan. Jika seorang suami, mencintai isterinya kerana kecantikan yang dimilikinya, pasti cinta itu juga akan pudar bersama pudarnya raut wajah yang jelita. Jika seorang ibu mencintai anaknya kerana kebaikan sifatnya, pasti cintanya juga akan pudar bersama kejelekan sifat anaknya. Namun kasih bonda itu, biar sejelek manapun anak itu, katanya "dia tetap anakku ". Kerana kasih bonda itu adalah cinta, cinta yang Tuhan pinjamkan kepadanya.

Tapi cinta adalah alasan. Alasan untuk kita menjadi derhaka atau orang bertaqwa kepada pemilik segala cinta. Kerana cinta, seorang ayah sanggup membanting tulang memberi makan kepada anak-anaknya, kerana cinta seorang ibu sanggup bertarung nyawa untuk melahirkan kita, kerana cinta seorang isteri memberi taat setia kepada suaminya, kerana cinta seorang pejuang sanggup berkorban nyawa demi agama, kerana cinta juga seorang kekasih sanggup berbuat apa sahaja.


Mesej Bergambar


Seperti mana sebuah rumah punya tiang serinya, tiang seri cinta adalah agama. Kata Imam Nawawi "Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah cintaku padamu".

Tuhan mengajar kita cara bercinta, melalui sekian banyaknya ayat-ayat cintaNya di dalam Al-Quran. Dan ingatlah..

“..orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh bagi sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa...” –surah zukhruf ayat 67.

Kata Habiburrahman El-Shirazy, inilah ayat-ayat cinta dari sekian banyaknya ayat-ayat cinta yang wujud di dunia ini. Cintailah siapa pun, asalkan wadah cintamu adalah Allah.

tatkala rindu datang bertandang,

ku gamit Al-quran di sisi,

kulagukan alunan ayat-ayat cinta,

bersama kudus doa untuk seorang kekasih.

Seorang kekasih yang mencintai kekasihnya tidak mungkin mahu merosakkan kekasih yang dicintainya.

Biarkan cinta ini terus bersemi,

bersama iman di hati,

Biarkan cinta ini terus bersemi,

sehingga di syurga menanti ,

Duhai kekasih hati,

Jangan dikau tunggu daku di neraka ilahi,

kerana di situ tiada cinta yang boleh didefinisi.

Nauzubillahiminzalik. Semoga Tuhan menjauhkan kita dari cinta yang boleh menghumban kita ke nerakaNya.

Kata Attirmidzi "Tinggalkan apa yang meragukanmu, kerjakanlah apa yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan, dan dusta itu menimbulkan keraguan"

Jika hati merasa sangsi kerana cinta yang salah didefinisi, pulanglah dan kembali kepada pemilik segala cinta. Tanyalah hati, kerana sesungguhnya hati merasa tenang dengan kebaikan, tetapi merasa gelisah dengan kejahatan.

Orang yang mempunyai cinta dalam hatinya, akan melahirkan cinta di sekelilingnya. Belajarlah mencintai, dari kalam ilahi, dari orang-orang lama, hatta dari buku sekalipun. Lihatlah cinta dengan mata hati, bukan dengan nafsu haiwani.

Doa Nabi Ibrahim kepada Ilahi:

Ya Allah, kami mohon akan cintaMu,

Kami mohon cinta pada orang yang mencintaiMu,

Dan kami mohon cinta

pada amalan yang akan mendekatkan kami pada cintaMu.

Tuhan ku!, andai nanti Kau takdirkan seorang Hawa untukku, katakan padanya aku tak punya apa-apa selain cinta. Kerana cinta aku akan setia, kerana cinta aku akan selalu di sisinya, kerana cinta aku akan mengasihinya Lillah.

wallahua'lam...

Monday, June 22, 2009

Surat untuk Isteriku



KISAH BENAR - WASIAT BUAT ISTERI TERSAYANG... ..

Semoga cerita ini dapat kita ambil sebagai pengajaran. InsyaAllah. Buat semua, pada yang dah berkahwin, baru nak kawin ataupun akan kawin nanti, kisah nie biarlah tersemat di dalam jiwa...

Kira-Kira 15 hari yang lalu, seorang hamba Allah (si A), telah pun kembali ke rahmatullah secara mengejut (kerana sakit jantung). Allahyarham adalah merupakan seorang yang amat dihormati dan disegani di kampung beliau. Semasa jenazah Allahyarham diletakkan di ruang tamu rumahnya sementara menunggu untuk diuruskan oleh saudara mara dan sahabat handai, isteri Allahyarham tidak berhenti-henti meratapi jenazahnya sambil merungut-rungut.

Si penulis (penulis asal cerita ini) yang kebetulan anak saudara Allahyarham, ada di sebelah balu Allahyarham pada ketika itu. Beliau merasa amat hairan dengan sikap balu arwah itu. Si balu sepatutnya membaca ayat-ayat suci al-Quran untuk dihadiahkan kepada arwah... Kira- kira 10 minit kemudian, kakak ipar arwah (kakak balunya) pun sampai.

Beliau turut merasa hairan dengan sikap adiknya yang meratapi dan merungut itu, lantas beliau melarang adiknya berbuat demikian sambil bertanya akan sebabnya.

Penulis yang masih berada disitu merasa amat terkejut apabila mendengar jawapan yang diberikan oleh balu Allahyarham itu....Antara jawapannya ialah: Suaminya tidak membuat surat wasiat (yang sebenarnya ada). Tanah pusaka milik suaminya tidak sempat ditukarkan ke nama beliau dan anak-anaknya. Suaminya tidak sempat memindahkan saham syarikat suaminya bersama-sama adik-adiknya kepada beliau (Allahyarham memegang saham sebanyak 50% dan 5 orang adik-adiknya memegang 10% setiap seorang).

Untuk makluman, arwah adalah seorang yang agak berjaya dalam perniagaannya. Syarikat yang diuruskan oleh arwah sangat maju dewasa ini. Di samping itu, arwah memiliki kira-kira 12 ekar tanah dipinggir Putra Jaya dan kira-kira 50 ekar di sekitar kawasan Sepang/Dengkil.


Setelah seminggu arwah dikebumikan, peguam arwah memanggil waris-warisnya untuk dibacakan surat wasiat arwah. Penulis juga turut dipanggil tanpa mengetahui akan sebabnya. Allahyarham mempunyai 4 orang anak, yang sulong masih lagi bersekolah di tingkatan 4 manakala yang bongsunya berusia 6 tahun.

Antara kandungan surat wasiat Allahyarham ialah: 30% syer perniagaannya diserahkan kepada anak saudara perempuannya yang juga ahli perniagaan, dan 20% lagi diagihkan sama rata kepada anak-anaknya dengan anak saudara perempuannya sebagai pemegang amanah. Tanah pusakanya seluas 10 ekar di pinggir Putra Jaya dibahagikan sama rata kepada anak-anak perempuannya (2 orang) dan 2 ekar untuk anak saudara lelakinya yang juga pemegang amanah untuk anak-anak perempuannya.

Anak-anak lelakinya yang berumur 14 dan 10 tahun, diberikan tanah 15 ekar seorang dengan saudara lelakinya sebagai pemegang amanah. Saham-sahamnya diserahkan kepada anak-anaknya dan dibahagikan mengikut hukum syarak, dan diuruskan oleh saudara perempuannya yang diberi 20%. Wang tunainya di bank (persendirian diamanahkan kepada kakaknya untuk menampung pembiayaan anak-anaknya jika isterinya tidak berkahwin lagi.

Jika isterinya berkahwin lagi, beliau meminta peguamnya meminta mahkamah memberikan hak penjagaan anak-anaknya kepada kakaknya. Rumah dan tapak rumahnya diwakafkan untuk anak-anak yatim Islam dan sebuah surau, dan hendaklah diserahkan kepada Majlis Agama Islam. Harta-hartanya yang lain iaitu 2 buah kereta diberikan kepada adik lelakinya yang ketiga dan kelima;
manakala baki tanah 20 ekar dibahagikan sama rata kepada adik-adik dan kakaknya.

Setelah selesai wasiat tersebut dibaca, isterinya membantah keras kerana tiada satu pun harta yang diserahkan kepadanya melainkan sebuah proton saga yang tidak dimasukkan dalam wasiat tersebut (yang memang digunakan oleh isterinya).

Belum sempat isterinya terus membantah, peguam Allahyarham membacakan satu kenyataan mengenai isterinya yang terkandung dalam wasiat itu.


"Isteriku tidak akan kuberikan apa-apa kecuali pengampunan. Terlalu banyak dosanya kepadaku. Maka pengampunan adalah hadiah yang paling berharga."

"Tidak pernah aku merasa masakannya sejak mula berkahwin walaupun pernah aku suarakan. Tiada belas kasihan terhadap aku, baik semasa sakit apatah lagi jika aku sihat."

"Herdik dan tengking kepada aku dan anak-anak adalah lumrah. Keluar rumah tidak pernah meminta kebenaran daripada aku. Makan dan minum anak-anak adalah tanggungjawab bibik (pembantu rumah). Kain bajuku tidak pernah diuruskan, dan yang paling menyedihkan, tiada mahunya dia mendengar pandangan dan nasihatku untuk kesejahteraan rumahtangga. "

"Kebahagiaan aku selama ini hanya dengan amalanku, tugas seharianku,anak- anakku dan adik-beradikku, terutama kakakku (yang sebagai pengganti ibu)."

Selepas peguam Allahyarham membacakan kenyataan itu,barulah penulis faham mengapa balu Allahyarham begitu meratap dan merungut semasa berada disisi jenazahnya. Marilah kita renungi bersama. Semoga dengan apa yang terjadi di atas, akan memberikan satu pengajaran yang berguna kepada kita sebagai umat Islam

-she should be thankful.... .. she got the forgiveness from her husband-


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda,

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat.....!

Rasulullah s.a.w. bersabda

maksudnya:

"Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan Allah, berani menentang

orang tua, membunuh seseorang bukan pada haknya dan bersumpah palsu"

(Riwayat Bukhari)

Moga tulisan ini diadaptasikan buat seluruh isteri-isteri dan bakal yang akan menjadi isteri agar ianya mengukuhkan hubungan suami isteri walaupun berpisah di dunia sahaja. Jika ingin menjadi pasangan yang hebat dan kekal di akhirat maka buktikan kesetiaan yang tidak berbelah bahagi kepada suamimu.
Wallahua'lam...

Saturday, June 20, 2009

Bukti Kebenarannya Islam...


Mesej Bergambar


Da’wah islamiyah tidaklah ditujukan hanya untuk orang-orang yang sudah memeluk islam akan tetapi juga kepada seluruh manusia tidak terkecuali mereka yang masih kafir, musyrik atau yang mengingkari keberadaan Allah dan kebenaran agama-Nya.

Dikarenakan da’wah ini adalah mengembalikan manusia kepada fitrahnya dan menunjukkan mereka kepada jalan kebenaran maka ia merupakan perbuatan yang paling mulia di sisi Allah swt, sebagaimana firman-Nya :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat : 33)

Didalam hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah saw bersabda,”Demi Allah jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang lantaran kamu maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah. “ (HR. Bukhori dan Muslim)

Dan diantara argumentasi atau bukti akan kebanaran islam kepada orang-orang yang tidak mempercayai tuhan adalah melalui dalil-dalil aqli (akal).

Syeikh Ali Tanthowi mengatakan bahwa sesungguhnya mengimani Allah swt termasuk masalah yang aksioma yang dapat dirasakan dengan perasaan jiswa sebelum dibukikan dengan dalil akal.

Tentang perasaan jiwa seseorang yang secara aksiomatis mengimani keberadaan Allah swt telah diterangkan didalam firman-Nya :

Artinya : “Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

Dia mengatakan bagaimana mungkin seorang yang kafir mengingkari Allah swt padahal dirinya sendiri adalah menjadi bukti atas keberadaan Allah. Seperti orang yang memegang barang milik anda ditangannya lalu dia mengaku bahwa dia tidak mengambilnya dan juga tidak menyentuhnya. Atau seperti orang yang sedang memakai pakaian basah meneteskan air. Hal ini adalah puncak dari hakikat. Akan tetapi mengapa banyak orang tidak memeperhatikannya? Hal itu dikarenakan mereka tidak pernah mau memikirkan tentang dirinya sendiri, firman-Nya :
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ

Artinya : “Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka “ (QS. Al Hasyr : 19)

Cobalah tanyakan kepada orang yang atheis itu,”Apakah engkau yang menjadikan dirimu dengan kehendak dan akalmu sendiri? Apakah engkau yang memasukkan dirimu kedalam perut ibumu? Apakah engkau sendiri yang memilih perempuan itu sendiri sebagai ibumu? Apakah engkau yang pergi menjemput bidan untuk mengeluarkanmu dari perut itu? Jadi, apakah dia dijadikan dari asal tiada tanpa adanya Sang Pencipta dan tanpa ada yang menjadikannya? Ini adalah suatu hal yang mustahil.

Lalu apakah dia dijadikan dari benda-benda yang telah ada sebelumnya, seperti gunung, laut, matahari, dan bintang-bintang?

Orang-orang atheis mengatakan bahwa alamlah yang menciptakan manusia, alamlah yang memberikannya akal! Dan jika ditanyakan kepadanya siapakah yang menciptakan alam? Dia menjawab,”Ia terjadi secara kebetulan..” menurut hukum kemungkinan (probability law).

Selanjutnya tanyakan kepadanya,”Tahukah anda contoh dari perkataan itu?”

Misalnya ada dua orang yang tersesat di padang pasir lalu melintasi sebuah istana yang megah dindingnya penuh dengan ukiran-ukiran dari emas yang sangat indah, permadaninya tebal, jam serta batu-batu permata. Salah seorang dari mereka berkata,”Pastilah ada orang yang membangun istana ini dengan memasang permadaninya.” Kemudian yang seorang lagi menjawab,”Engkau adalah orang yang kolot, itu semuanya adalah proses alam.”

Orang yang pertama bertanya,”Bagaimanakah alam dapat membuat seperti ini?’ temannya menjawab,”Di sini dahulu ada batu kemudian terjadi banjir, angin, serta pengauh-pengaruh udara sehingga bertumpuk atau tertimbun. Kemudian dengan berlalunya kurun demi kurun, secara “kebetulan” ia menjadi dinding.”

Orang itu bertanya lagi,”Permadani itu dari apa?”

Temannya menjawab,”Permadani itu berasal dari bulu-bulu domba yang berterbangan. Kemudian satu sama lain saling menyatu dan dikenai zat pewarna lalu tercelup dan memadu, sehingga terjadilah permadani.”

Orang itu bertanya lagi, ”Sedang jam itu?”

Temannya menjawab,”Besi yang sudah dimakan karat, akibat pengaruh udara terpotong-potong bulat dan bersatu. Kemudian dengan berlalunya masa demi masa sehingga menjadi bentuk seperti itu.”

Pastilah anda akan mengatakan orang yang seperti itu adalah orang gilaa??

Benarkah “kebetulan” yang menjadikan 9000 kelenjar ludah pada lidah, yang kesemuanya siap untuk dipakai sebagai perasa. Dan didalam telinga terdapat 100.000 sel pendengaran. Pada setiap mata terdapat 130 juta sel yang kesemuanya siap untuk menerima cahaya. Bumi beserta keajaiban-keajaiban dan rahasia-rahasia yang ada didalamnya, lapisan udara yang mengelilinginya, makhluk-makhluk hidup yang dikandungnya, ada yang tak dapat dilihat dan ditangkap. Bentuk-bentuk ajaib dari atom es yang gugur, diciptakan oleh-Nya dengan sangat detil dan keindahan yang ada didalamnya tidak dapat tersingkap oleh kita melainkan beberapa waktu belakangan ini.

Matahari yang jaraknya dari kita lebih dari 100 juta km akan tetapi bila jauhnya diukur dengan tahun cahaya maka jarak matahari dari kita mencapai delapan detik. Lalu bagaimana pula dengan jarak bintang-bintang yang cahayanya baru sampai kepada kita dalam satu juta tahun cahaya—satu tahun cahaya sama dengan 100.000 milyar km—maka berapa km kah jaraknya kalau satu juta tahun cahaya?

Masih banyak lagi bintang-bintang yang belum terjangkau oleh ilmu falak melainkan hanya berupa gumpalan yang bersinar, padanya terdapat planet-planet yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Allah swt saja. Bintang-bintang ini—yang besarnya tidak dapat digambarkan oleh akal manusia—berjalan dengan kecepatan (laju) yang sangat tinggi, suatu kecepatan yang melebihi batas-batas angka. Bagaimanakah bisa tidak terjadi tabrakan antara satu dengan yang lainnya?

Ada seorang ahli falak yang mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya pelanggaran antara sesama bintang-bintang itu sama seperti kemungkinan terjadinya pelanggaran enam ekor lebah yang dilepas di atmosfir bumi. Luasnya atmosfir bumi bagi enam ekor lebah sama halnya dengan luasnya ruang angkasa raya bagi bintang-bintang yang tak terhitung dan tak terhingga itu.

Atom yang tidak terlihat, melainkan dengan kaca pembesar elektronik. Atom yang dahulu disebut oleh saintis dan para filosof kuno dengan “bagian yang tak bisa dipecah-pecah lagi.” Atom, yang menurut ahli sains, jika 40 juta atom dibariskan secara berderet panjangnya baru mencapai 1 cm, ditengahnya terdapat ruang yang mempunyai inti sementara disekitarnya beredar partikel-partikel halus sama seperti peredaran bintang-bintang di angkasa. Inti pada satu atom ibarat sebutir biji gandum bagi istana yang luas. Bobot dari inti-inti atom itu lebih dari berat 1800 elektron ini.

Maka apakah itu semuanya merupakan hasil atau akibat dari “kebetulan”?!

Sesungguhnya itu semua menunjukkan bahwa ada yang menciptakan dan mengaturnya yang tidak lain adalah Allah swt. Dial ah yang bertindak terhadap alam sebagaimana tindakan seorang pemilik yang bebas terhadap barang yang dimiilikinya.

Allah lah yang mengetahui berapa helai daun pada setiap pohon, bentuk tiap-tiap darunnya, letaknya dan berapa banyak “bakteri” di dunia ini. Berapa panjang, lebar dan bagian-bagian yang terdiri dari padanya, electron-elektron yang terdapat didalam atom baik yang diam maupun yang bergerak, berapa jumlahnya, tabrakan yang terjadi padanya, sifat-sifatnya, bergerak atau diam, perkembangan atau peralihan. Semua itu tercatat di sisi-Nya dalam sebuah “kitab” (Lauh Mahfuzh).

Alam ini keseluruhannya, Dia-lah Tuhannya, Dia-lah yang menjadikan dan memeliharanya. Dia-lah yang merubah satu hal kepada hal yang lain. Dia-lah yang menjadikan setiap atom daripadanya agar membuat manusia yang berakal untuk berfikir dan mencarinya.

Dan apabila seseorang telah mengakui bahwa Allah itu ada dan Dial—lah Tuhan seluruh alam dan Dia-lah pemilik kerajaan maka janganlah dia menyembah selain-Nya dalam bentuk ibadah apa pun. (Definisi Umum Tentang Aqidah Islamiyah hal 87 – 100)

Islam adalah agama Allah yang mengakui keesaan-Nya dan tidak mengakui ketuhanan yang banyak. Hal itu bisa dilihat dengan berbagai keteraturan yang ada di alam ini—sebagai penjelasan diatas—tentunya hal yang mustahil apabila keteraturan itu dilakukan oleh lebih dari satu pencipta. Dan jika hal ini terjadi maka pastilah alam ini akan hancur lebur, sebagaimana firman-Nya :
أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِّنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ ﴿٢١﴾
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٢٢
Artinya : “Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al Anbiya : 21 – 22)

Seperti halnya tidak mungkin didalam satu kendaraan yang bergerak terdapat dua orang supir dan jika hal itu terjadi pastilah kendaraan itu akan mengalami kecelakaan atau seperti juga sekelompok tentara yang dikomandoi oleh lebih dari satu pemimpin ?! atau sebuah sekolah yang dipimpin oleh dua atau lebih kepala sekolah?!

Dengan sarana obyektif apa pun seseorang melihat islam maka ia akan mendapatkan kebenarannya didalamnya baik dengan dalil fitrah, naqli maupun aqli (akal) dan dari sisi mana pun seseorang memandangnya maka ia akan mendapatkan bahwa islam adalah agama yang sempurna baik dari sisi ideologi, social, ekonomi, politik, hukum ataupun yang lainnya.
Firman Allah swt :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

Artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)

Wallahu A’lam

Difailkan dalam: SINAR JUMAAT

disediakan oleh:-
afif

Tuesday, June 16, 2009

Dunia Haraki meratapi pemergian dr fathi yakan

Dr. Fathi Yakan


Beliau telah kembali ke rahmatullah pada 13 Jun 2009 pada hari sabtu yang lalu. Almarhum telah pergi buat selama-lamanya meninggalkan arena dakwah dan meninggalkan kita semua. Almarhum telah menghembuskan nafas terakhir di hospital di ibu Kota Tripoli setelah beberapa hari terlantar di Unit Kawalan Rapi.

Nama penuh Fathi Muhammad ‘Inayah dilahirkan pada 9 Feb 1933 di Tarablus, Lubnan. Almarhum adalah sebagai pengasas Jemaah Islam (Parti Jabhah al-Amal al-Islami) satu cabang gerakan Ikhwan Muslimin di Lubnan bermula pada tahun 1950an. Dalam Parti Jabhah al-Amal al-Islami Almarhum dilantik sebagai Setiausaha Agung rakyat Lebanon daripada 1962 sehingga 1992 apabila beliau memenangi kerusi dalam parlimen. Almarhum telah mewakafkan diri serta segenap kepunyaan kepada Parti Jabhah al-Amal al-Islami sebagai wadah perjuangan dakwah Islamiyyah.

Survival dakwah Almarhum bukan bersifat setempat, malah nama dan pengaruh Almarhum berada sebaris dengan nama-nama besar pelopor gerakan Islam di peringkat global seperti Imam Hassan Al-Banna, Said Hawa, Dr. Abdullah Nasih Ulwan, Syed Qutb, Dr Yusuff Qardawi dan lain-lain. Almarhum juga dilantik mengetuai lajnah tarbiah dengan dibantu oleh Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang (Presiden PAS) dari Malaysia.

Cendekiawan Islam ini juga memainkan satu peranan signifikan dalam membaiki dan memagari antara parti politik dalam rantau. Almarhum pengantara antara persaudaraan Islam di Syria dan Presiden Bachar Assad. Almarhum juga memainkan tugas serupa antara Syria dan Turki di antara 1998 dan 1999 dalam bangun krisis Syria-Turkey.

Almarhum juga menebarluaskan wasilah dakwah dengan ketajaman mata pena. Bahan-bahan penulisan tokoh pendakwah dan pemikir ini lebih dari 35 buah buku dan begitu terpengaruh sekali sehingga buku karangan masyhur almarhum “Apa erti saya menganut Islam” dan “Almutasaqitun 'ala toriqidda'wah” (Golongan yg tercicir di jalan dakwah) diterjemah dalam pelbagai bahasa dunia. Banyak kitab haraki dan dakwah hasil nukilan almarhum antaranya:


· فقه السياحة في الإسلام ونماذج لرحلات دعوية قي أرض الله الواسعة
· مشكلات الدعوة والداعية،
· كيف ندعو إلى الإسلام؟
· نحو حركة إسلامية عالمية واحدة
· الموسوعة الحركية
· ماذا يعني انتمائي للإسلام؟
· حركات ومذاهب في ميزان الإسلام،
· الاستيعاب في حياة الدعوة والدعاة
· ، نحو صحوة إسلامية في مستوى العصر
· ، المناهج التغييرية الإسلامية خلال القرن العشرين،
· الإسلام فكرة وحركة وانقلاب،
· الشباب والتغيير،
· المتساقطون على طريق الدعوة،
· أبجديات التصور الحركي للعمل الإسلامي
· قطوف شائكة من حقل التجارب الإسلامية




Pendidikan awal beliau dalam bidang kejuruteraan eletrik di Beirut kemudian mengambil pengajian diperingkat ijazah kedoktoran dalam bidang Pengajian Islam dan Bahasa Arab.

Almarhum berkongsi hidup bersama isterinya Dr Muna Haddad Yakan dan bersama-sama isterinya mengasaskan Universiti Al-Jinan Lubnan dimana Dr Muna bertugas sebagai rektor di universiti tersebut. Daripada berkongsi hidup ini mereka telah dikurniakan seorang anak lelaki dan 4 anak perempuan serta 19 orang cucu.

Sekalung takziah diucapkan kepada ahli keluarga Almarhum moga-moga rohnya dicucuri rahmat oleh Allah s.w.t. ditempat dan dibangkitkan bersama pejuang-pejuang Islam..Amin ya Rabb…

Al- Fatihah...
Semoga rohnya bersemadi bersama dengan para-para syuhada', solehin, auliya' dan anbiya"...amin Ya Rabbal'alamin.

dipetik drpd:-
http://iqgreen.blogspot.com/

Thursday, June 04, 2009

Story Daie


Mesej Bergambar



Kisah Teladan


Rasulullah saw dengan sebiji limau.
Tujuh perkara ganjil.
Lima perkara aneh.
Berkat di sebalik membaca Bismillah.
Wajah mayat berubah menjadi himar.


Rasulullah SAW dengan sebiji limau.

"Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya.Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan "Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab tu saya habiskan semuanya." Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di'tewas'kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.


Tujuh perkara ganjil.

Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s. w. t. Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."

" Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu. " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s. w. t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s. w. t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi, " Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telahpun bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,"

Pemuda itu menyambung lagi, " Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu." " Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.

" Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah itu, " Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s. w. t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya."

" Golongan kelima, ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu. " Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s. a. w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda," jelas ahli ibadah tersebut.

" Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya," " Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.

" Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s. w. t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya."

Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s. w. t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah. Wallahua'lam..


Lima perkara aneh.

"Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyhur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara. Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan perkara pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan." Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar sebuku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku." Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya. Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya.

Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

Kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar."


Berkat di sebalik membaca Bismillah.

"Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejek, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu." Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan." Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja."


Wajah mayat berubah menjadi himar.

"Dalam terik panas mentari yang memancar menyinari tanah Baitul Haram, seorang ulama zuhud yang bernama Muhammad Abdullah al-Mubarak keluar dari rumahnya untuk menunaikan ibadah haji. Di sana dia leka melihat seorang pemuda yang asyik membaca selawat dalam keadaan ihram. Malah di Padang Arafah dan di Mina pemuda tersebut hanya membasahkan lidahnya dengan selawat ke atas Nabi. "Hai saudara," tegur Abdullah kepada pemuda tersebut. "Setiap tempat ada bacaannya tersendiri. Kenapa saudara tidak membanyakkan doa dan solat sedangkan itu yang lebih dituntut? Saya lihat saudara asyik membaca selawat saja."

"Saya ada alasan tersendiri," jawab pemuda itu. "Saya meninggalkan Khurasan, tanahair saya untuk menunaikan haji bersama ayah saya. Apabila kami sampai di Kufah, tiba-tiba ayah saya sakit kuat. Dia telah menghembuskan nafas terakhir di hadapan saya sendiri. Dengan kain sarung yang ada, saya tutup mukanya. Malangnya, apabila saya membuka semula kain tersebut, rupa ayah saya telah bertukar menjadi himar. Saya malu. Bagaimana saya mahu memberitahu orang tentang kematian ayah saya sedangkan wajahnya begitu hodoh sekali?

"Saya terduduk di sisi mayat ayah saya dalam keadaan kebingungan. Akhirnya saya tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu saya melihat seorang pemuda yang tampan dan baik akhlaknya. Pemuda itu memakai tutup muka. Dia lantas membuka penutup mukanya apabila melihat saya dan berkata, "Mengapa kamu susah hati dengan apa yang telah berlaku?" "Maka saya menjawab, "Bagaimana saya tidak susah hati sedangkan dialah orang yang paling saya sayangi?"

"Pemuda itu pun mendekati ayah saya dan mengusap wajahnya sehingga ayah saya berubah wajahnya menjadi seperti sediakala. Saya segera mendekati ayah dan melihat ada cahaya dari wajahnya seperti bulan yang baru terbit pada malam bulan purnama. "Engkau siapa?" tanya saya kepada pemuda yang baik hati itu. "Saya yang terpilih (Muhammad)." "Saya lantas memegang jarinya dan berkata, "Wahai tuan, beritahulah saya, mengapa peristiwa ini boleh terjadi?"

"Sebenarnya ayahmu seorang pemakan harta riba. Allah telah menetapkan agar orang yang memakan harta riba akan ditukar wajahnya menjadi himar di dunia dan di akhirat. Allah telah menjatuhkan hukuman itu di dunia dan tidak di akhirat. "Semasa hayatnya juga ayahmu seorang yang istiqamah mengamalkan selawat sebanyak seratus kali sebelum tidur. Maka ketika semua amalan umatku ditontonkan, malaikat telah memberi tahu keadaan ayahmu kepadaku. Aku telah memohon kepada Allah agar Dia mengizinkan aku memberi syafaat kepada ayahmu. Dan inilah aku datang untuk memulihkan semula keadaan ayahmu.""

.:mudah-amudahn dalam kita bersantai ada ruangan untuk kita berfikir sejenak dalam mentajdidkan keimanan, berfikir-fikir akan kebesaran Allah dan bermuhasabah setiap gerak -geri yang kita lakukan selama ini dan menyemaikan konsep IKHSAN dalam seluruh kehidupan kita....Mudah-mudahan juga agar meberi satu momentum yang terbaik dalam kehidupan ini..amin..afif